Warga Wajib Waspada,Rabies Jadi Ancaman Serius Warga Samarinda

Vaksinasi dan edukasi ke masyarakat adalah salah satu upaya yang sudah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Kota Samarinda. “Kami sudah melakukan vaksinasi dan sosialisasi beberapa kecamatan. Tersisa Samarinda Ulu dan Loa Janan Ilir yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan.

Warga Wajib Waspada,Rabies Jadi Ancaman Serius Warga Samarinda
Sekedar informasi beberapa ciri hewan yang terkena rabies adalah perubahan perilaku dari hewan yang penurut menjadi cuek, bahkan mudah marah meski kepada pemiliknya

balikpapantv.co.id, SAMARINDA-Penyakit anjing gila atau yang sering disebut rabies telah menjadi ancaman serius bagi warga kota Samarinda.Penyakit ini tentu tidak bisa dianggap enteng,karena bersifat menular ke manusia .Sudah ada 16 kasus sepanjang tahun 2023 ini, untuk mencegah penyebarann maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda tengah menyusun dokumen mitigasi penanganan rabies. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda,Maskuri menjelaskan bahwasanya dokumen mitigasi itu berisi pedoman langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan rabies secara terpadu dan kolaboratif antara pihak-pihak terkait.

Vaksinasi dan edukasi ke masyarakat adalah salah satu upaya yang sudah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Kota Samarinda. “Kami sudah melakukan vaksinasi dan sosialisasi beberapa kecamatan. Tersisa Samarinda Ulu dan Loa Janan Ilir yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya, Minggu (25/6).

Menurut Maskuri ada sekitar 60 persen kasus rabies di Kota Tepian disebabkan kucing liar, sisanya anjing Dia kesulitan untuk menangani hewan-hewan liar karena tidak bisa langsung mengeliminasi sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kota Samarinda dalam pengawasan kondisi kesehatan dari korban gigitan hewan yang mengidap rabies.

Dirinya pun menambahkan agar masyarakat waspada pada penyebaran rabies dari wilayah Kalbar dan Kalsel yang sudah sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Karena virus itu tidak kelihatan.,kami akan fokus menyusun kajian sambil menggenjot vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) mengingat saat ini mendekati Iduladha, banyak sapi yang datang ke Samarinda,” ujarnya.

Sekedar informasi beberapa ciri hewan yang terkena rabies adalah perubahan perilaku dari hewan yang penurut menjadi cuek, bahkan mudah marah meski kepada pemiliknya. Terparahnya hewan tersebut takut air bahkan cahaya. Jika menemukan hewan dengan ciri tersebut, dapat melaporkan ke call center 112 agar bisa ditangani tim teknis.

Dirinya pun mengungkapkan hambatan yang dihadapi pihaknya yaitu tidak memiliki shelter,namun jika ada temuan maka pihaknya akan mengkarantina selama 14 hari di rumah pemilik hewan atapun jika ada temuan hewan liar maka akan dibantu tim BPPD.

Maskuri menghimbau untuk pemilik hewan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan peliharaannya. Saat ini pemerintah telah menyediakan klinik hewan gratis di Jalan Biola, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota. Untuk upaya pertama pertolongan mandiri jika ada masyarakat yang terkena gigitan hewan harus segera mencuci luka dengan sabun dan air sekitar 15 menit,kemudian segera ke klinik atau puskesmas terdekat.

Diskes Samarinda menunjuk beberapa puskesmas yang siap menangani kasus rabies dan menyediakan VAR. Alhamdulillah dari 16 kasus yang terjadi di Samarinda seluruh korban bisa diselamatkan,” pungkasnya.

Ada empat lokasi rabies centre di kota Samarinda yaitu :

  1. Puskesmas Lempake
  2. Puskesmas Segiri
  3.  Puskesmas Palaran
  4. Puskesmas Trauma Centre