Tips Periksa Ban Pasca Tempuh Perjalanan Jauh

Setelah perjalanan jauh, cek kondisi kendaraan dan kalibrasi ulang untuk keamanan penggunaan. Cek ban, terutama setelah penggunaan berat saat liburan karena risiko tertancap benda tajam di medan jalan yang beragam. Benda tajam yang menancap pada ban dapat memicu kebocoran yang membahayakan pengendara. Periksakan riwayat tambalan ban. Penting untuk tahu usia pakai ban dan memperhatikan tanggal produksi. Cek tebal tapak ban dan sisi ban untuk kerusakan dan perhatikan tiga titik indikator. Aturan rotasi ban bisa membantu mencegah keausan yang tidak merata dan disarankan untuk dilakukan di bengkel setiap 10.000 km.

Tips Periksa Ban Pasca Tempuh Perjalanan Jauh

balikpapantv.co.id- Setelah melakukan perjalanan jauh, penting untuk memeriksa kondisi kendaraan dan kalibrasi ulang untuk memastikan keamanan penggunaannya di masa mendatang. Penggunaan ban mobil menjadi lebih berat selama perjalanan jauh di musim liburan karena menopang bobot yang lebih berat dan menempuh jarak yang lebih lama, yang dapat memperpanas suhu ban dan memperburuk kondisi dan kualitas ban.

 Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan untuk melakukan pengecekan pada ban secara mandiri setelah perjalanan jauh, karena ban mobil yang digunakan pada medan jalan yang beragam memiliki risiko lebih tinggi untuk tertancap oleh benda tajam seperti paku, serpihan besi atau batu.

Setiap benda tajam yang menancap pada ban mobil tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan kebocoran ban dan membahayakan keselamatan pengendara. Ban mobil yang kempis dapat mempengaruhi kemampuan pengemudi untuk mengendalikan mobil dan dapat memengaruhi performa pengereman. 

Jika ban yang kempis terus digunakan, itu dapat menyebabkan deformasi pada komponen lain dari kendaraan, seperti pelek. Selain itu, pemilik mobil harus memperhatikan riwayat tambalan pada ban mobil mereka, karena ban dengan terlalu banyak titik tambal dapat menurunkan kualitas dan membahayakan keselamatan pengendara.

 Ban dengan banyak titik tambalan juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan berat pada titik-titik tersebut, yang pada akhirnya mempengaruhi handling kendaraan secara keseluruhan.

Ban perlu mendapatkan perhatian khusus dan diganti dalam kondisi tertentu. Setiap ban mobil yang diproduksi memiliki usia pakai yang berbeda-beda, tergantung pada kualitas karet ban, cara penggunaannya, serta perawatan yang dilakukan.

 Saat digunakan pada mobil yang digunakan secara rutin untuk aktivitas sehari-hari, ban secara alami akan mengalami aus dan traksi kendaraan akan berkurang seiring waktu. Salah satu cara untuk mempertahankan usia pakai ban adalah dengan mengemudikan mobil dengan gaya eco-driving, yang menghindari gaya mengemudi yang agresif seperti menikung tajam, akselerasi mendadak atau pengereman mendadak. 

Saat ingin mengganti ban, penting untuk memperhatikan tahun produksi ban, karena ban dengan tahun produksi yang lebih baru umumnya lebih kuat, sedangkan ban yang sudah lama produksinya daya tahannya cenderung menurun.

Untuk mengetahui tanggal produksi ban, pengguna kendaraan dapat melihat empat angka paling kanan dari nomor kode ban, yang akan menunjukkan informasi minggu dan tahun produksi ban tersebut. Setelah melakukan perjalanan jauh, penting bagi pemilik kendaraan untuk memeriksa keausan ban mobil. 

Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara mandiri dengan melihat indikator keausan pada tapak ban yang berbentuk segitiga yang terdapat pada dinding ban. Indikator ini akan memberikan petunjuk apakah tebal tapak ban masih dalam kondisi yang aman untuk digunakan atau tidak mencapai batas minimum yaitu 1,6 mm. Ketika memeriksa keausan ban, pemilik kendaraan perlu memperhatikan tiga titik indikator yang terletak di tiga bagian sisi ban untuk mendapatkan informasi yang akurat.

Penting untuk dicatat bahwa tingkat keausan yang berbeda di setiap sisi ban adalah hal yang normal terjadi, terutama ketika ada perbedaan keseimbangan statis dan dinamis pada ban yang mengakibatkan hanya satu sisi yang lebih sering bersentuhan dengan permukaan jalan.

 Selain memeriksa ketebalan tapak ban, sisi ban (sidewall) juga harus diperiksa untuk keretakan, benjolan, atau robekan yang disebabkan oleh gesekan, dan bila terjadi kerusakan, maka segera konsultasikan dengan Bengkel Resmi untuk mendapatkan penanganan yang tepat guna menjaga keselamatan saat berkendara.

Selama melakukan perjalanan jauh dengan mobil, penting untuk memeriksa tekanan angin pada ban sebelum dan sesudah perjalanan. Memastikan tekanan angin yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga menjaga keawetan ban dan keselamatan saat berkendara. Tekanan angin yang tepat akan memastikan distribusi beban antara ban dan jalan seimbang dan menjaga keseimbangan kendaraan. 

Untuk mengetahui spesifikasi tekanan angin yang disarankan untuk ban depan dan belakang pada kendaraan pengguna, informasi tersebut biasanya tercantum pada label yang terletak di pilar pintu pengemudi bagian bawah. Label tersebut juga menunjukkan spesifikasi tekanan angin yang dianjurkan untuk beban kendaraan yang berbeda seperti jumlah penumpang dan barang bawaan yang dimuat dalam kendaraan.

Setelah menyelesaikan perjalanan jauh, disarankan bagi pengguna kendaraan untuk melakukan rotasi ban pada kendaraannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya keausan yang tidak merata pada ban dan menjaga masa pakai ban.

 Setiap ban dalam setiap hari penggunaan terkena medan dan beban yang berbeda, terutama pada mobil two wheel drive. Rotasi ban dapat membantu mendistribusikan beban dan memaksimalkan usia seluruh ban. Untuk melakukan rotasi ban, pengguna kendaraan dapat membawanya ke Bengkel Resmi untuk dilakukan setiap 10.000 km.