Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri,BABE (Bapak Bejat) Terancam 15 Tahun Penjara.

Seorang pelaku pencabulan telah ditangkap oleh pihak Polresta Samarinda setelah melakukan tindak pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri di Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran pada Jumat, 2 Februari 2024 pukul 20.00. Pelaku tersebut, berinisial AB (45), ditangkap di rumahnya setelah menerima laporan dari ibu korban yang juga istri sang tersangka.

Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri,BABE (Bapak Bejat) Terancam 15 Tahun Penjara.
Pelaku AB (45) yang juga merupakan warga dari kelurahan Handil Bakti tersebut ditangkap di rumahnya setelah menerima laporan polisi LP/B/02/I/2024 dari pelapor dan ibunya. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2017 bulan Juli

balikpapantv.co.id,SAMARINDA-Pihak Polresta Samarinda telah menangkap seorang pelaku yang melakukan tindak pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran pada pukul 20.00 pada Jumat, 2 Februari 2024.

Menurut Kapolsek Palaran, Kompol Zarma Putra S.Sos, pelaku AB (45) yang juga merupakan warga dari kelurahan Handil Bakti tersebut ditangkap di rumahnya setelah menerima laporan polisi LP/B/02/I/2024 dari pelapor dan ibunya. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2017 bulan Juli, saat korban yang tinggal di rumah dan tidur dalam satu kamar dengan pelaku, tiba-tiba digeser mendekat oleh pelaku dan melakukan persetubuhan. Namun, korban merasa ketakutan dan tidak berani melaporkan kejadian tersebut pada saat itu. Baru pada bulan Desember 2023, korban berani menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya WL (34). Setelah mendengar kisah anaknya, sang ibu langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Palaran.

"Ya,pelaku dan ibu korban sudah bercerai namun saat ibu korban tinggal bersama pelaku, namun setelah kejadian tersebut korban memilih tinggal bersama ibunya dan baru berani bercerita apa yang sudah dialaminya" Ucap Kapolsek Palaran, Kompol Zarma Putra S.Sos.

Sesuai dengan pernyataan Kapolsek, pelaku sedang mengalami penyidikan setelah mengakui perbuatannya. Dalam kasus ini, pelaku dapat menerima hukuman penjara selama 15 tahun sesuai dengan Pasal 81 ayat 3 (3) UU RI No.17 Tahun 2016 yang merupakan revisi kedua dari UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.