Rutin Konsumsi Alpukat Bisa Basmi Kolesterol Jahat

Alpukat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL yang penting dalam kesehatan jantung. Mengonsumsi satu alpukat setiap hari selama setengah tahun dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL. 

Rutin Konsumsi Alpukat Bisa Basmi Kolesterol Jahat

balikpapantv.co.id-Salah satu manfaat kesehatan dari alpukat adalah kemampuannya untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi oleh tubuh dan ada di makanan tertentu. Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti stroke dan jantung. 

Namun alpukat, yang mengandung lemak sehat terutama lemak tak jenuh tunggal, bisa membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). 

Kadar kolesterol masih dalam ambang batas normal atau ditoleransi jika di bawah 200 mg/dl. Tetapi, ketika ambang batas kolesterol melampaui batas normal, hal tersebut dapat memicu berbagai penyakit yang cukup serius.

 Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi satu alpukat per hari selama setengah tahun dapat menurunkan kolesterol total seseorang sebesar 2,9 miligram per desiliter (mg/dL) dan kolesterol LDL sebesar 2,5 mg/dL. Tim peneliti juga menemukan kebiasaan makan yang lebih baik pada orang yang sering makan alpukat dibandingkan dengan mereka yang kurang makan buah.

"Namun asupan alpukat seseorang tidak memengaruhi lingkar pinggang, lemak hati, atau lemak perut," kata penulis senior, Profesor Penny Kris-Etherton.

Alpukat dapat menjadi tambahan yang bermanfaat bagi diet seimbang dan menurunkan kadar kolesterol LDL atau lemak jahat ketika dikonsumsi setiap harinya, meskipun tidak berpengaruh pada lemak perut atau penambahan berat badan. 

Pola makan orang dengan asupan harian alpukat meningkat delapan persen menurut Kristina Petersen, rekan peneliti. Diet yang baik dapat menurunkan risiko terkena penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 1.000 orang, yang semuanya kelebihan berat badan atau diklasifikasikan sebagai obesitas, dilakukan percobaan selama enam bulan. Sebanyak 50 persen dari kelompok makan alpukat setiap hari, sedangkan separuh lainnya mengikuti diet normal dan hanya diperbolehkan makan tidak lebih dari dua alpukat per bulan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi alpukat dan penurunan kadar kolesterol.

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Clinical Lipidology pada tahun 2015 menemukan bahwa pria dan wanita yang mengonsumsi satu alpukat sehari selama satu minggu mengalami penurunan kadar kolesterol LDL yang signifikan. 

Penelitian lain juga mendukung temuan ini dan menunjukkan bahwa alpukat dapat membantu meningkatkan profil lipid dengan menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida. 

 Para peneliti menggunakan MRI untuk memeriksa lemak perut peserta pada awal dan akhir percobaan, dan menemukan kolesterol total menurun pada mereka yang rutin makan alpukat. Studi ini telah diterbitkan di Journal of American Heart Association.