Rumah Dahor Heritage,Kapsul Waktu di Kota Balikpapan

Rumah Dahor Heritage di Kota Balikpapan merupakan rumah panggung peninggalan Belanda yang dijadikan museum dan perpustakaan oleh Pertamina. Pada zaman kolonial Belanda, rumah ini menjadi tempat tinggal Para Pekerja Kilang Minyak yang didirikan oleh Bataafsche Petroleum Matschappij (BPM). Saat ini, di lokasi ini terdapat sembilan Rumah Dahor Heritage yang dimanfaatkan sebagai museum, taman baca mini, dan perpustakaan yang membahas tentang sejarah Balikpapan, dan sejarah migas di Balikpapan.

Rumah Dahor Heritage,Kapsul Waktu di Kota Balikpapan
Rumah Dahor ini kemudian resmi dijadikan sebagai cagar budaya di Balikpapan pada tahun 1997

balikpapantv.co.id,BALIKPAPAN-Rumah Dahor Heritage di Kota Balikpapan adalah salah satu destinasi wisata edukasi yang menarik. Bangunan bersejarah ini merupakan saksi bisu pekerja kilang minyak pada masa kolonial Belanda. Pada tahun 1920, rumah ini menjadi tempat tinggal para pekerja kilang minyak yang didirikan oleh Bataafsche Petroleum Matschappij (BPM). Sekarang, rumah ini dijadikan museum dan perpustakaan yang dikelola oleh Pertamina sebagai salah satu wisata edukasi dan juga cagar budaya. Alamatnya di Jalan Dahor Nomor 1, Balikpapan Barat.

Rumah Dahor Heritage di Kota Balikpapan adalah rumah panggung peninggalan Belanda yang menjadi wisata edukasi yang menarik. Rumah ini dulunya menjadi rumah dinas para pekerja kilang minyak di Zaman Belanda. Rumah Dahor Heritage berlokasi di Jalan Dahor Nomor 1, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan dan terdiri dari beberapa rumah. 

Saat ini, terdapat sembilan dari Rumah Dahor Heritage yang dikelola oleh Pertamina dan dimanfaatkan sebagai museum, taman baca mini, dan perpustakaan yang membahas tentang sejarah Balikpapan, dan sejarah migas di Balikpapan. Pada museum ini, pengunjung akan dapat menemukan foto-foto sejarah, terkait zaman kolonial hingga perkembangan kota Balikpapan pada masa lalu. Rumah Dahor Heritage juga menjadi saksi bisu dari peristiwa perebutan wilayah Balikpapan oleh Belanda dan Jepang pada masa Perang Dunia II.

Rumah Dahor Heritage menjadi salah satu destinasi wisata edukasi kota Balikpapan karena dilihat ada potensi. Kini, rumah tersebut kerap dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun dari berbagai daerah yang penasaran dengan tempat itu.

Bangunan Dahor Heritage memiliki bentuk rumah panggung yang menjadi ciri khas rumah adat di pulau Kalimantan, terutama Kalimantan Timur karena dulunya wilayah ini berada di sekitar pesisir laut. Bangunan ini berbentuk kotak dan memiliki atap berbentuk kerucut dengan bahan sirap yang tinggi melebihi tanah bangunannya. 

Arsitektur dari rumah ini menyesuaikan dengan model rumah khas bangunan Belanda karena telah ada sejak zaman Belanda, meskipun sebenarnya rumah panggung adalah rumah tradisional Balikpapan. Bangunan ini terlihat kokoh karena dibuat dari kayu-kayu besar pilihan dan memiliki pengamanan yang baik.

Jendela rumah ini tinggi mencapai hampir 2 meter atau lebih dari dua kali ukuran manusia dewasa dan pintu menggunakan kayu besar sebagai palang pintu. Pintu dan jendela ditambah dengan kaca banyak di seluruh sisinya untuk menambah ciri khas ornamen Belanda.

Seluruh rumah di kawasan ini dicat dengan warna senada, yakni warna hijau dan kuning gading dan kayu dipilih sebagai material utama karena sifat kayu yang lebih ringan tetapi kokoh dan memiliki pondasi dari konstruksi batu setinggi satu meter. Dulunya, bagian bawah rumah akan dijadikan tempat bermain anak-anak dan gudang. 

Rumah Dahor ini kemudian resmi dijadikan sebagai cagar budaya di Balikpapan pada tahun 1997, dimaksudkan sebagai pengingat jejak penemuan sumur minyak pertama, Mathilda, di Balikpapan pada tahun 1897. 

Awalnya, terdapat 27 bangunan serupa di daerah ini yang akan dijadikan lokasi cagar budaya di daerah Balikpapan, namun sebagian rumah tersebut harus diratakan dengan tanah karena terkena dampak program pembangunan dan perluasan kilang minyak Pertamina Balikpapan. Saat ini hanya terdapat sembilan rumah yang tersisa untuk menjadi cagar budaya, yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum, taman baca, dan perpustakaan mini.