Resep Makan Cewek Mblo Dari IE Yang Ketangkap : Satu Sendok Kemarahan Yang Dituang Dalam Panci Kecemburuan,Kemudian Oseng Dengan Pukulan Yang Dicampur Dengan Dorongan Yang Sudah Dikupas Rasa Cintanya, Lalu Sajikan Selagi Polisi Belum Nangkap

Emosi IE terselut ketika mendengar pengakuan IS yang berselingkuh dengan pria lain. IE yang mendengarpun tersulut api cemburu, tanpa panjang lebar si IE langsung memukul IS

Resep Makan Cewek Mblo Dari IE Yang Ketangkap : Satu Sendok Kemarahan Yang Dituang Dalam Panci Kecemburuan,Kemudian Oseng Dengan Pukulan Yang Dicampur Dengan Dorongan Yang Sudah Dikupas Rasa Cintanya, Lalu Sajikan Selagi Polisi Belum Nangkap
Korban mengalami luka memar pada bagian mata dan bahu sebelah kiri,

balikpapantv.co.id, TANJUNG REDEB- IE (25) seorang pria yang harus ditangkap pihak Polres Berau, karena melakukan penganiayaan kepada IS (16) seorang gadis dibawah umur yang juga menjadi kekasih IE.

Pasca penganiayaan IS pun langsung melaporkan hal tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Berau, pada Rabu (12/7). Kejadian penganiayaan itu terjadi dekat warung juminten di jalan poros Kelay-Berau, Kampung Sido Bangen, Kecamatan Kelay. Saat keduanya sedang istirahat usai perjalanan jauh dari Samarinda ke Tanjung Redeb. Emosi IE terselut ketika mendengar pengakuan IS yang berselingkuh dengan pria lain. IE yang mendengarpun tersulut api cemburu, tanpa panjang lebar si IE langsung memukul IS dengan botol air mineral ukuran besar sebanyak dua kali serta IS pun di dorong hinga terjatuh.

“Saat di Kelay itu, mereka terlibat cekcok dan ribut, akibatnya korban mengalami luka memar pada bagian mata dan bahu sebelah kiri,” ungkapnya, Kamis (13/7).

Ditambah Suradi korban melakukan pelaporan ke pihak PPA Satreskrim Polres Berau saat sesampainya di Tanjung Redeb. Penangkapan pelaku terjadi ketika si pelaku sedang tertidur pulas. Kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pasal yang dikenakan kepada pelaku adalah penganiayaan terhadap anak yaitu Pasal 76C UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dengan sanksi pidana paling lama 3 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp72 juta.

“Kami juga masih dalami, karena pengakuan korban, mereka ini tinggal serumah, namun tanpa ada ikatan pernikahan, atau kumpul kebo,” katanya.

Untuk dugaan kasus pencabulan, masih dilakukan pendalaman terlebih dahulu, karena pihaknya mengaku masih fokus terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban. “Bisa mengarah kesana, tapi didalami dulu,” tutupnya.