Pupuk Berkualitas Tinggi dengan Harga Lebih Murah: Solusi Inovatif Dari DTPHP Kutai Timur

Kepala DTPHP Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum menjelaskan, program ini bertujuan untuk membantu petani dan peternak dalam meningkatkan produktivitas dan [mengurangi pencemaran lingkungan. “Kami berharap program ini dapat membantu para peternak atau petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, program ini juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Dyah, Senin (04/12/2023)

Pupuk Berkualitas Tinggi dengan Harga Lebih Murah: Solusi Inovatif Dari DTPHP Kutai Timur
Kepala DTPHP, Dyah Ratnaningrum saat melakukan tinjauan lapangan bersama dengan para peternak

Balikpapantv.co.id, SANGATTA – Dalam mengatasi penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan dan membantu para petani dan peternak Kutai Timur agar meningkatkan produktivitasnya, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur mengembangkan cara membuat pupuk organik dari pupuk kandang sapi.

Kepala DTPHP Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum menjelaskan, program ini bertujuan untuk membantu petani dan peternak dalam meningkatkan produktivitas dan [mengurangi pencemaran lingkungan.

“Kami berharap program ini dapat membantu para peternak atau petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, program ini juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Dyah, Senin (04/12/2023)

Pemanfaatan kotoran hewan untuk menghasilkan pupuk organik merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan lebih ramah lingkungan. Dyah berharap program ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi petani dan peternak tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan program ini dapat terus membantu lebih banyak petani dan peternak.

“Saya berharap program ini dapat terus dilanjutkan agar ikut membantu lebih banyak peternak dan petani,” harapnya.

Kotoran sapi tersebut diolah melalui mesin perajang dan mesin fermentasi hingga menghasilkan pupuk organik yang kemudian dijual kepada petani di sekitar lokasi. Pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran hewan mempunyai kualitas yang baik bahkan harganya lebih murah dibandingkan dengan pupuk kimia. 

“Saat ini pupuk kimia susah dicari. Pupuk organik yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan harganya lebih murah dibandingkan pupuk kimia. Pupuk organik dari kotoran sapi, bermanfaat tidak saja meningkatkan kesuburan tanah, juga meningkatkan produktivitas tanaman,” terang Kepala DTPHP Kutai Timur ini.

Pemanfaatan kotoran hewan terbukti menjadi solusi praktis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Dengan mengubah kotoran hewan menjadi pupuk organik, petani dan peternak kini memiliki akses terhadap alternatif pupuk kimia yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan. Saat ini pengembangan cara membuat pupuk organik dari pupuk kandang sapi telah diterapkan di Kecamatan Kaubun, Kombeng, , Sangatta Utara dan Sangatta Selatan (ADV DISKOMINFOPERSTIK 113).