Program 'Praktisi Mengajar' sebagai Jembatan Bagi Mahasiswa dan Praktisi Dari Kemendikbud Ristek

Program Praktisi Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan telah membuka pendaftaran akun bagi Perguruan Tinggi, Koordinator Perguruan Tinggi, Dosen, dan Praktisi mulai tanggal 8 hingga 25 Januari 2024.

Program 'Praktisi Mengajar' sebagai Jembatan Bagi Mahasiswa dan Praktisi Dari Kemendikbud Ristek
Direktur Sumber Daya, Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek RI, yaitu Mohammad Sofwan Effendi, menekankan kontribusi positif dari program ini dalam meningkatkan produktivitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) karena program ini melibatkan komponen pendukung dalam penciptaan pembelajaran.

balikpapantv.co.id- Pada Senin (22/1), Kepala Program Praktisi Mengajar Kemendikbud Ristek, yaitu Gamaliel Waney, menyatakan pentingnya Program Praktisi Mengajar dan memandang program ini dapat mengatasi kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri. Tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan konkret dari dunia kerja agar dapat menghadapi tantangan profesional di masa depan.

Menurut laporan Antara pada hari Senin (22/1), Program Praktisi Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan telah membuka pendaftaran akun bagi Perguruan Tinggi, Koordinator Perguruan Tinggi, Dosen, dan Praktisi mulai tanggal 8 hingga 25 Januari 2024.

Program flagship, Praktisi Mengajar, bertujuan untuk mempertemukan mahasiswa dengan praktisi melalui Mata Kuliah Kolaborasi sebagai inisiatif untuk memberikan kesempatan baru bagi lulusan agar bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai tuntutan dan tantangan di dunia kerja dan profesional.

Program Praktisi Mengajar dianggap sebagai upaya yang positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan mempersiapkan lulusan agar siap menghadapi perkembangan dunia di masa depan.

Direktur Sumber Daya, Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek RI, yaitu Mohammad Sofwan Effendi, menekankan kontribusi positif dari program ini dalam meningkatkan produktivitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) karena program ini melibatkan komponen pendukung dalam penciptaan pembelajaran.

Program ini melibatkan perguruan tinggi dengan keahlian akademik dan praktisi dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), masyarakat, serta dunia profesi dengan pengalaman profesional.

Mohammad Sofwan Effendi berharap bahwa program ini dapat mendorong dosen untuk lebih aktif dalam berkontribusi di dunia profesional dan perguruan tinggi dapat mengundang praktisi untuk terlibat dalam penyusunan kurikulum dan perkuliahan di kelas.

Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan pemahaman secara komprehensif, yang terdiri dari pengetahuan akademik dari dosen dan pengalaman profesional dari praktisi. Ini secara keseluruhan akan mempersiapkan mereka agar siap menghadapi tantangan di dunia kerja.