Polda Kaltim Berhasil Ringkus Wanita Asal Lumajang Pelaku Aksi Tipu-Tipu Online Shop Balikpapan

Seorang ibu rumah tangga bernama EM dari Dusun Krajan Timur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana ITE oleh Ditreskrimsus Polda Kaltim pada konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim pada Rabu (31/01/24). Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa EM telah melakukan manipulasi data di sebuah toko daring di Kota Balikpapan. 

Polda Kaltim Berhasil Ringkus Wanita Asal Lumajang Pelaku Aksi Tipu-Tipu Online Shop Balikpapan
Konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim pada Rabu (31/01/24), Ditreskrimsus Polda Kaltim menetapkan seorang ibu rumah tangga dari Dusun Krajan Timur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang bernama EM sebagai tersangka tindak pidana ITE. 

balikpapantv.co.id,BALIKPAPAN- Dalam konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim pada Rabu (31/01/24), Ditreskrimsus Polda Kaltim menetapkan seorang ibu rumah tangga dari Dusun Krajan Timur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang bernama EM sebagai tersangka tindak pidana ITE. 

"Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar perkara pada 26 Januari oleh Subdit Siber Polda Kaltim" Ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timu, Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa seorang pelanggan sejak tahun 2020 telah melakukan manipulasi data di sebuah toko daring di Kota Balikpapan. Tersangka menyalin nomor telepon pelanggan melalui kolom komentar saat menyaksikan siaran langsung akun jejaring sosial online shop dan menghubungi mereka melalui aplikasi pengirim pesan, mengaku sebagai admin dari online shop tersebut.

"Tersangka ini mengaktifkan notifikasi di gawai miliknya dihidupkan, sehingga setiap siaran langsung pasti tersangka ini mengetahui," Ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timu, Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Polisi berhasil menangkap tersangka di luar wilayah Kaltim, di Krajan Timur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada 25 Januari 2024. Setelah diperiksa di Polsek, tersangka akhirnya diterbangkan ke Balikpapan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polda Kaltim. Tersangka dijerat dengan Pasal 51 ayat 1 juncto Pasal 35 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hukuman untuk tersangka dapat berupa pidana penjara selama 12 tahun atau denda maksimal 12 miliar rupiah.