PKN Muncul, Anas Timbul,Anas Anggap Kaltim Daerah Unggulan, Nah Ini Kata Pengamat.

Anas menyampaikan kepemimpinannya di PKN hanya bisa berlangsung baik jika kadernya solid khususnya dalam persiapan Pemilu 2024.

PKN Muncul, Anas Timbul,Anas Anggap Kaltim Daerah Unggulan, Nah Ini Kata Pengamat.
Anas Urbaningrum dan Partai Kebangkitan Nasional (PKN) masih harus bersaing dengan partai-partai yang lebih “senior” jika ingin mendapatkan daerah basis politik di Kaltim.

balikpapantv.co.id, SAMARINDA-Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum pasca melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) datang ke Samarinda, Kaltim, Senin (17/7).

Dirinya menyebut, Kaltim sebagai daerah pertama yang didatangi pasca Munaslub yang menetapkannya memimpin PKN periode 2023-2028.

Anas mengatakan kedatangannya merupakan agenda silaturahim serta konsolidasi bersama para kader jelang Pemilu 2024. "Betul-betul ini kesempatan pertama, jadi setelah munaslub kemarin, belum ada daerah yang saya kunjungi kecuali Kaltim untuk bertemu dengan pengurus Pimda (pimpinan daerah) dan Pimcab (pimpinan cabang) di Kaltim," ujarnya pada awak media.

Anas juga menyampaikan kepemimpinannya di PKN hanya bisa berlangsung baik jika kadernya solid khususnya dalam persiapan Pemilu 2024.

"PKN tidak eksklusif, akan jadi partai yang inklusif, yang terbuka, dan mengundang siapa saja tenaga-tenaga terbaik, tenaga-tenaga politik yang berkomitmen berkerja dengan masa depan bangsa yang bisa bergabung bersama kita di dalam PKN," tegasnya.

Untuk itu, Anas meminta kader untuk bekerja keras, Kaltim diharap PKN bisa berprestasi paling baik paling baik dan menularkan ke daerah-daerah lain. "Saya yakin jadi modal militansi modal motivasi dan keyakinan bahwa PKN di Kaltim, nanti prestasinya akan baik," bebernya.

Sebagai wilayah yang didalamnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, PKN juga memandang adanya kesamaaan . Menurut Anas, IKN dan PKN sama-sama dianggap Anas punya potensi besar, sehingga ini juga salah satu alasannya datang ke Bumi Mulawarman sebelum daerah lainnya.

"Ada potensi besar, IKN sama PKN itu dekat sekali kan, itu kenapa saya pertama kali di Kaltim, ya sudah ada yang ngatur ini, sudah yang ngatur bukan manusia diatur alam," ungkapnya.

IKN menurutnya komitmen ke nusantaraan dan ke indonesiaan, dimana Indonesia itu harus maju bersama. "Jadi tidak boleh hanya maju di daerah-daerah tertentu, tapi seluruh daerah harus maju," ujarnya.

PKN berkomitmen bahwa sebagai partai pendatang baru juga akan mengikuti arah pembangunan bangsa yang positif. Hal tersebut dianggap Anas juga perwujudan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari keberlangsungan pembangunan. "Seluruh rakyat di mana pun juga harus mendapatkan manfaat terbaik dari kemerdekaan kira-kira seperti itu, " ucapnya.

Pengamat Politik Dari Lembaga Survey Konsultan Riset Nusantara,Muhammad Dudi Hari Saputra.

Namun menurut pengamat politik dari lembaga survey Konsultan Riset Nusantara, Muhammad Dudi Hari Saputra, mengatakan Anas Urbaningrum dan Partai Kebangkitan Nasional (PKN) masih harus bersaing dengan partai-partai yang lebih “senior” jika ingin mendapatkan daerah basis politik di Kaltim.

“ Ada banyak partai-partai senior secara nasional yang sudah memiliki basis di Kaltim, ini jadi salah satu yang harus dipikirkan PKN sebagai partai yang baru muncul secara nasional, walaupun secara figure politik Anas Urbaningrum pernah memimpin suatu parpol dulunya,” kata Dudi, Kamis (20/7).

Menurut dirinya, meskipun secara organisasi Anas memiliki kekuatan jaringan namun itu saja tidak cukup untuk membesarkan partai yang dipimpinnya, diperlukan logistic yang kuat pula jika ingin membesarkan PKN yang dipimpin Anas.

Namun bagaimana dengan pendapat masyarakat Kaltim dengan adanya kemunculan partai baru, apakah akan terjadi pergeseran pilihan politik yang menguntungkan partai-partai baru seperti PKN? Hal ini di jawab oleh Muhammad Dudi Hari Saputra bahwasanya masyarakat Kaltim masih melihat sosok figure yang merakyat dan bersih.

“ Masyarakat masih mengindamkan kepemimpinan politik yang merakyat dan bersih.Anas Urbaningrum tokoh politik nasional yang pernah tersandung masalah hukum, nah ini yang pekerjaan rumah bagi PKN untuk bisa mencitrakan sebagai partai politik yang di inginkan masyarakat Kaltim,”ungkapnya.

Keberhasilan PKN untuk tingkat nasional menurut Dudi bisa dilihat dari masuknya PKN dalam angka parliamentary threshold DPR RI,namun untuk tingkatan Kabupaten atau Kota serta Provinsi tergantung dari figure yang menjadi caleg.