PJ Gubernur Kaltim Lepas Produk Ekspor UMKM dari Selangkau, Kutai Timur

Akmal Malik melepas ekspor perdana produk UMKM Desa Selangkau yang terdiri dari frutiboks dan kalbana yang terbuat dari pisang. Produk ini dapat memuaskan konsumen yang mencari kreativitas produk lokal dan siap bersaing di pasar global.  Di samping diekspor, Akmal juga menyarankan agar produk ini dipasarkan di Kutai Timur, Kaltim, dan Jakarta serta mendorong agar seluruh hotel di Kutai Timur memasarkan produk UMKM Selangkau sebagai fasilitas layanan hotel. 

PJ Gubernur Kaltim Lepas Produk Ekspor UMKM dari Selangkau, Kutai Timur

balikpapantv.co.id, KUTAI TIMUR- Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, melepas ekspor perdana produk UMKM Desa Selangkau. Produk berupa frutiboks dan kalbana yang terbuat dari pisang, siap bersaing di pasar global karena dianggap dapat memuaskan konsumen yang menginginkan kreativitas produk lokal. "Saya tadi tidak mau naik (pidato) kalau belum ada produk olahan pisangnya. Ternyata rasanya memang luar biasa,"  ucap Akmal Malik mengawali sambutannya di Kantor Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kamis (1/2). 

Akmal Malik,yang seorang Dirjen Otonomi Daerah dari Kementerian Dalam Negeri, membagikan pengalamannya menikmati frutiboks dan kalbana yang lezat saat berada di Korea Selatan. Ia juga terkejut menemukan produk yang sama di pelosok Desa Selangkau.

"Jujur, saya tidak menyesal datang ke sini. Saya menemukan keterbaruan di sini. Ini produk premium. Jujur ini enak sekali. Berkali-kali enaknya," puji Akmal lagi langsung disambut applaus warga Selangkau. 

Akmal Malik terus terkagum-kagum dengan produk olahan pisang ini karena lompatannya yang luar biasa, yaitu bisa langsung diekspor ke luar negeri.

"Saya saja perlu waktu 30 tahun sejak menjadi pegawai negeri untuk bisa ke luar negeri. Tapi pisang Selangkau ini hanya perlu satu tahun sudah bisa ke luar negeri," puji Akmal lagi.

Akmal percaya bahwa dengan semangat dan semangat warga UMKM di Selangkau, produk olahan pisang Kutai Timur akan dapat bersaing dengan produk serupa dari Brazil dan Filipina di pasar global. Baginya, produk pisang Kutai Timur memang pantas mengalahkan pesaingnya dan bersaing di pasar dunia.

Selain diekspor ke luar negeri, Akmal juga menyarankan agar produk frutiboks dan kalbana dari Selangkau dipasarkan di Kutai Timur, Kaltim, dan Jakarta. Dia mendorong DPRD dan Pemprov Kaltim untuk membuat peraturan daerah (perda) yang dapat mengatur kerja sama antara UMKM dan perhotelan. 

Dengan cara ini, produk UMKM Selangkau bisa dipasarkan di seluruh hotel di Kutai Timur dan tersedia di setiap kamar sebagai fasilitas layanan hotel yang bisa langsung dinikmati oleh tamu hotel.

"Ini harus ditaruh di semua kamar hotel. Jadi bayar kamarnya sudah dapat cemilan. Saya ingin barang bagus Kaltim juga dinikmati orang Kaltim," tandasnya.

Sebelumnya, Camat Kaliorang, Rusmono, mengungkapkan bahwa saat ini mereka memiliki sekitar seribu hektar lahan pisang di Desa Selangkau. Jumlah ini belum final dan masih akan terus bertambah.

"Untuk produk turunan pisang, insyaallah bahan baku cukup," ungkap Rusmono.

Acara pelepasan ekspor tersebut dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, Anggota DPRD Kaltim, M. Udin, serta sejumlah pejabat Pemprov Kaltim dan Forkopimda Kutai Timur. Selain itu, Akmal Malik juga sempat berkunjung ke Rumah Produksi UMKM Desa Selangkau untuk meninjau langsung produksi produk olahan pisang tersebut.