Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal IV 2023 Mencapai 5,04 Persen, Rangkaian Pemilu Berperan Penting dalam Kontribusinya

Ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2023 tumbuh sebanyak 5,04 persen secara year on year. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 sebesar 4,94 persen. Selain itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebanyak 5,02 persen dan konsumsi pemerintah meningkat sebesar 2,81 persen.Terlebih menjelang pemilu 2024

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal IV 2023 Mencapai 5,04 Persen, Rangkaian Pemilu Berperan Penting dalam Kontribusinya

balikpapantv.co.id- Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2023 tercatat sebesar 5,04 persen secara year on year (yoy), yang lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 sebesar 4,94 persen. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga triwulan IV-2023 mencapai Rp 5.302,5 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp 3.139,1 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Secara qtq, nilai PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) adalah Rp 5.295,0 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) senilai Rp 3.125 triliun.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2023 bila dibandingkan triwulan III-2023 atau qtq tumbuh 0,45 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan IV-2022 atau secara yoy, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,04 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers rilis BPS pada Senin (5/2).

Demikianlah, meskipun terjadi perlambatan perekonomian global dan menurunnya harga ekspor komoditas utama, pada tahun 2023 ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5,05 persen. Menurut Amalia, secara qtq, pertumbuhan ekonomi di triwulan IV di masa lalu cenderung lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

 Namun, secara yoy, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2023 tumbuh solid dan tangguh sebesar 5,04 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022. Adapun konstribusi terbesar terhadap ekonomi pada triwulan IV-2023 yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan yang memberikan kontribusi sebesar 63,54 persen terhadap PDB.

Diketahui bahwa lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 10,33 persen, dan jasa lainnya yang tumbuh sebesar 10,15 persen. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kenaikan penggunaan jasa angkutan penumpang, peningkatan volume pengiriman barang ekspor-impor, peningkatan kunjungan wisatawan, dan untuk persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

 Pertumbuhan ekonomi secara qtq sebesar 0,45 persen dipicu oleh konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang utama PDB dan tumbuh sebesar 4,47 persen karena adanya peningkatan konsumsi transportasi dan komunikasi, konsumsi restoran, serta hotel.

Amalia juga menjelaskan bahwa selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didukung oleh investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan ini dipicu oleh seluruh kelompok barang modal, kecuali sumber daya alam yang dibudidayakan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh ekspor yang tumbuh sebesar 1,64 persen dan konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 2,81 persen.

“Konsumsi pemerintah didorong oleh belanja barang dan jasa yang didukung peningkatan realisasi belanja perjalanan dinas dan belanja barang non-operasional," tutur Amalia.