Pertamina Aakan Siapkan pertasahop dan SPBU Baru di Kota Balikpapan.

Di Balikpapan, hanya 12 dari 14 SPBU yang melayani Pertalite roda 4. Ada rencana untuk membangun 6 Pertashop dan 2 SPBU baru, namun dibutuhkan waktu 2-3 tahun. Terdapat POM mini ilegal di Balikpapan yang tidak memiliki izin niaga dan mengakibatkan antrean panjang di SPBU. Pertamina hanya mengakui SPBU dan Pertashop sebagai mitra resmi. POM Mini yang ingin meminta dukungan BBM dari Pertamina harus mematuhi aturan sesuai dengan UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Pertamina Aakan Siapkan pertasahop dan SPBU Baru di Kota Balikpapan.
Terdapat 14 SPBU di Balikpapan, tetapi hanya 12 yang melayani Pertalite roda 4. Diperkirakan wilayah ini membutuhkan setidaknya 50 SPBU.

balikpapantv.co.id ,BALIKPAPAN- Area Manager Comm, Rels & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra menyatakan bahwa badan usaha yang menyesuaikan harga dengan tren fluktuasi yang terjadi adalah hal yang wajar dan diizinkan oleh regulasi yang berlaku. Biasanya, perubahan harga dilakukan pada periode tanggal 25 hingga tanggal 24 pada bulan yang lalu. Penyesuaian harga pada BBM non-subsidi Pertamax Series dan Dex Series didasarkan pada fluktuasi harga minyak dunia dimana harga-harga tersebut mengalami penurunan dan diberlakukan sejak 1 Januari 2024 setelah sebelumnya mengalami penurunan harga pada bulan Desember.

"Saat ini Pertamina membahas enam lokasi untuk Pertashop dan dua lokasi untuk SPBU baru" Ujar Arya.

Untuk Balikpapan, terdapat rencana pembangunan 6 Pertashop, namun dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk membangun 2 SPBU baru. Terdapat 14 SPBU di Balikpapan, tetapi hanya 12 yang melayani Pertalite roda 4. Diperkirakan wilayah ini membutuhkan setidaknya 50 SPBU. Antrean panjang di SPBU terjadi pada jam sibuk karena banyaknya POM mini ilegal di Balikpapan yang tidak memiliki izin niaga dari Kementerian ESDM. Pemerintah kota Balikpapan telah mengeluarkan surat edaran yang melarang operasi POM mini di kota tersebut.

"Pom mini tidak memiliki hubungan resmi dengan Pertamina", menurut Arya.

Pertamina hanya mengakui SPBU dan Pertashop sebagai mitra resmi, sehingga tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut tentang operasi POM Mini dan pemerintah. Namun, Arya menekankan bahwa POM Mini yang ingin meminta dukungan BBM dari Pertamina harus mematuhi aturan sesuai dengan UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Untuk memenuhi kebutuhan BBM di Balikpapan, Pertamina berencana untuk menambah jumlah Pertashop dan SPBU di kota tersebut.