Pemukiman Tetap,Pajak Bumi dan Bangunan Kantor Naik di Kota Balikpapa

Pemerintah Kota Balikpapan akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada 2024 untuk kategori perkantoran dan bisnis. Sementara itu, untuk permukiman dan perumahan tetap tidak mengalami kenaikan tarif. Penyesuaian tarif ini dilakukan dengan menerapkan lima kategori dan menyesuaikan NJOP di setiap wilayah di kota sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2023.

Pemukiman Tetap,Pajak Bumi dan Bangunan Kantor Naik di Kota Balikpapa

balikpapantv.co.id- Kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Balikpapan akan dimulai pada 2024 untuk kategori perkantoran dan bisnis, sementara untuk permukiman dan perumahan tetap. Penyesuaian ini dilakukan dengan menerapkan 5 tarif dan menyesuaikan NJOP di tiap wilayah di kota. Hal ini dikatakan oleh Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional BPPDRD Kota Balikpapan, Andi Afrianto, sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2023.

“PBB perumahan dan perorangan tidak naik, perkantoran dan business naik,” katanya Jumat (9/2/2024).

Tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dibagi ke dalam lima kategori, di mana bumi dan bangunan dengan nilai NJOP di bawah Rp 1 miliar akan dikenakan tarif 0,1 persen. Bagi bumi dan bangunan dengan nilai NJOP antara Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar, tarif yang dikenakan adalah 0,15 persen. Sementara itu, NJOP senilai Rp 2 miliar hingga Rp 15 miliar akan dikenakan tarif 10 persen, dan lebih dari Rp 15 miliar dikenakan 0,25 persen. Kategori tanah pertanian dikenakan tarif 0,9 persen. Kenaikan besaran tarif ini membawa total PBB menjadi Rp 400 miliar pada 2024, meningkat dari Rp 240 miliar pada tahun 2023.