Pelonggaran Suku Bunga Global Mendorong Pemulihan Ekonomi, BI Berpotensi Turunkan BI7DRR

Perekonomian Indonesia diperkirakan membaik pada tahun 2024 berkat konsumsi rumah tangga dan inflasi, meskipun investasi berpotensi melambat. Rangga Cipta dari Mandiri Sekuritas memprediksi inflasi akan stabil di kisaran 3,2% dengan kemungkinan penurunan suku bunga acuan BI sebesar 75 bps ke 5,25%. Indonesia berpeluang menerima dana asing sebesar USD 10 miliar pada tahun 2024 berkat sikap dovish The Federal Reserve (The Fed).

Pelonggaran Suku Bunga Global Mendorong Pemulihan Ekonomi, BI Berpotensi Turunkan BI7DRR
Inflasi pada 2024 diprediksi stabil di kisaran 3,2%, dengan potensi penurunan suku bunga acuan BI hingga 75 bps ke 5,25%.

balikpapantv.co.id-Perekonomian Indonesia diprediksi akan bergairah di 2024 karena konsumsi rumah tangga dan inflasi. Pemilu juga akan berdampak positif pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga, meskipun investasi berpotensi melambat. Hal tersebut disampaikan oleh Chief Economist PT Mandiri Sekuritas, Rangga Cipta di The Loft pada Senin (29/1). Namun, para investor perlu waspada terhadap volatilitas ekonomi global.

Inflasi pada 2024 diprediksi stabil di kisaran 3,2%, dengan potensi penurunan suku bunga acuan BI hingga 75 bps ke 5,25%. Sementara itu, nilai tukar rupiah akan menguat ke level Rp14.900 secara rata-rata.

"Namun (proyeksi itu) masih dipengaruhi volatilitas ekonomi global di kuartal I 2024," imbuhnya.

Indonesia berpotensi menerima USD 10 miliar dana asing sepanjang 2024 berkat sikap dovish The Federal Reserve (The Fed). Rangga memperkirakan penurunan Fed funds rate (FFR) sebanyak 125 bps tahun ini, dimulai dengan pemotongan perdana pada Federal Open Market Committee (FOMC) Mei 2024. Penurunan FFR akan berlangsung secara bertahap mengingat inflasi di AS melandai mendekati target 2 persen.

Rangga memperkirakan FFR akan dipangkas sebanyak 3 atau 4 kali, masing-masing sebesar 25 atau 50 bps pada setiap pertemuan. Capital inflow kemungkinan besar akan mulai masuk pada kuartal II dan III.

"Saya ambil langkah secara historis kapan masuknya, mungkin portofolio inflow bisa masuk sebelum ratenya benar-benar cut. Kami lihat market akan bergerak berdasarkan ekspektasi dan biasanya sebelum actual cut The Fed akan ada sinyal pemangkasan yang datang lebih dulu," jelas Rangga.

Adrian Joezer, Head of Equity Analyst and Strategy Mandiri Sekuritas, memperkirakan IHSG akan meningkat hingga 7.640 pada tahun 2024. Penurunan suku bunga global berpotensi menopang perbaikan pertumbuhan pada semester II 2024, bahkan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya. Menurut Adrian, periode 2024-2025 akan menjadi momentum perekonomian untuk keluar dari pengetatan global. Tingkat return on investor capital-weighted average cost of capital (ROIC-WACD) akan mencapai level tertinggi, bahkan tertinggi dalam 9 tahun terakhir, yang menggambarkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan biaya modal dan menghasilkan keuntungan.

Peluang pelonggaran suku bunga secara global dapat berdampak positif pada fundamental perusahaan, baik dari aspek neraca maupun profitability margin perusahaan.

"Sehingga akan membantu mempercepat pemulihan pertumbuhan setelah kebijakan tightening berakhir dan juga membantu menopang imbal hasil dividen yang tinggi ke depannya," terang Adrian.