Palestina Tentang Rencana Migrasi Sukarela Warga Gaza yang Dicanangkan oleh Netanyahu

Dalam pertemuan dengan partai Likud, perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia mendukung usulan migrasi sukarela warga Palestina dari Gaza. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah ada negara yang bersedia menerima mereka.

Palestina Tentang Rencana Migrasi Sukarela Warga Gaza yang Dicanangkan oleh Netanyahu
Rakyat Palestina tidak akan membiarkan rencana apa pun yang bertujuan menghancurkan perjuangan mereka atau mengusir mereka dari tanah dan tempat suci mereka

balikpapantv.co.id - Palestina mengutuk usulan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang ingin mendorong warga Palestina untuk meninggalkan wilayah Gaza secara sukarela. Menurut Anadolu Agency pada Selasa (26/12), Palestina menyerukan dukungan dunia untuk menentang rencana tersebut. Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan bahwa perdana menteri Israel dengan usulannya mendorong sebuah perang genosida di Jalur Gaza.

Selain itu, Hamas, sebuah kelompok perlawanan Palestina, juga mengutuk rencana Netanyahu dan menyebutnya sebagai sebuah upaya untuk memperpanjang agresi.

"Rakyat Palestina tidak akan membiarkan rencana apa pun yang bertujuan menghancurkan perjuangan mereka atau mengusir mereka dari tanah dan tempat suci mereka," tegasnya.

Dalam pertemuan dengan partai Likud, perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia mendukung usulan migrasi sukarela warga Palestina dari Gaza. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah ada negara yang bersedia menerima mereka.

Saat ini, sudah setidaknya 250 warga Palestina meninggal dan 500 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di seluruh Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Menanggapi hal ini, Ashraf al-Qudra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa tim medis menghadapi kesulitan dalam merawat semua korban luka yang telah tiba di rumah sakit. Ia juga mencatat bahwa jenis cedera yang dialami oleh para korban merupakan hal yang belum pernah terlihat dalam konflik sebelumnya.

Al-Qudra menambahkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di bagian selatan Jalur Gaza sudah mencapai 350 persen. Selain itu, ia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan dan medis yang telah tiba di Gaza tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada di rumah sakit.