OJK Berupaya Tindak Tegas, Minta Perbankan Blokir Rekening Terkait Judi Online…Ingat Judi Dalam Bentuk Apapun Itu Adalah Haram…

Dalam tiga bulan terakhir ini, kami sudah memerintahkan bank memblokir lebih dari 4.000 rekening judi online. Kami juga sudah minta bank untuk mengembangkan sistem yang mampu memprofilkan perilaku judi online sehingga dapat mengenali secara dini aktivitas judi online dan memblokirnya secara mandiri," kata Ediana Rae dalam keterangan resmi, Minggu (17/12).

OJK Berupaya Tindak Tegas, Minta Perbankan Blokir Rekening Terkait Judi Online…Ingat Judi Dalam Bentuk Apapun Itu Adalah Haram…
OJK akan menjalin sinergi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberantas judi online dan tindak pidana di sektor perbankan di Indonesia.

balikpapantv.co.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan permintaan kepada perbankan untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening yang terkait dengan judi online ataupun kegiatan ilegal lainnya. Tindakan ini merupakan upaya preventif sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dalam keterangannya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa sesuai dengan UU P2SK, OJK memiliki wewenang untuk memerintahkan bank dalam melakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening tertentu. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir tindak kejahatan, terutama dalam hal pencucian uang yang dapat merugikan perekonomian nasional.

Tindakan pemblokiran rekening tidak hanya diterapkan pada kasus judi online, melainkan juga pada kegiatan ilegal lainnya yang melanggar undang-undang dan berpotensi merusak stabilitas keuangan. Oleh karena itu, OJK serta perbankan di Indonesia menyadari pentingnya implementasi aturan ini untuk mewujudkan sektor keuangan yang lebih teratur dan berkelanjutan.

"Dalam tiga bulan terakhir ini, kami sudah memerintahkan bank memblokir lebih dari 4.000 rekening judi online. Kami juga sudah minta bank untuk mengembangkan sistem yang mampu memprofilkan perilaku judi online sehingga dapat mengenali secara dini aktivitas judi online dan memblokirnya secara mandiri," kata Ediana Rae dalam keterangan resmi, Minggu (17/12).

Dian menjelaskan bahwa bank memiliki tanggung jawab untuk mengenali profil nasabahnya serta perilaku penggunaan rekening. Apabila terdapat pergerakan yang mencurigakan atau tidak wajar dalam penggunaan rekening nasabah, maka bank wajib melaporkannya ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan melakukan tindakan pencegahan terhadap rekening nasabah tersebut agar tidak terlibat dalam kejahatan perbankan.

Selain itu, sebagai bagian dari komitmen dalam mencegah perjudian online, industri perbankan di Indonesia mendukung tindakan pemblokiran rekening sesuai dengan perintah dari OJK. Hal ini termasuk melakukan identifikasi, menyediakan alat yang diperlukan, dan memantau transaksi yang tidak sesuai dengan profil nasabah untuk mencegah penggunaan rekening nasabah dalam kegiatan ilegal.

Dengan tindakan-tindakan preventif tersebut, diharapkan dapat meminimalisir risiko penyalahgunaan rekening nasabah dalam kejahatan perbankan dan memperkuat sektor keuangan yang lebih terkontrol, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Selain tindakan preventif yang telah disebutkan sebelumnya, OJK juga meminta bank untuk meningkatkan penggunaan customer due diligence (CDD) dan enhanced due diligence (EDD). Tindakan ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah nasabah atau calon nasabah termasuk dalam daftar orang yang terlibat dalam perjudian online atau tindak pidana lainnya melalui sektor perbankan.

Selain melakukan pemblokiran rekening atas permintaan OJK, bank juga melakukan analisis dan pemblokiran rekening secara mandiri sebagai tindakan preventif. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mengambil tindakan lebih cepat dan mencegah risiko kerugian yang lebih besar atas aktivitas ilegal yang dapat merusak sistem keuangan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor keuangan yang lebih teratur dan terkontrol.

"Pemblokiran rekening bank merupakan salah satu upaya meminimalisir dan membatasi ruang gerak terlaksananya transaksi judi online melalui sistem perbankan. Informasi rekening yang diduga terkait dengan judi online dan teknis pemblokiran rekening dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait, antara lain Kementerian Kominfo dan industri perbankan," jelasnya.

 

Dian menegaskan bahwa dalam hal terdapat ketidaksesuaian transaksi dengan profil, karakteristik, atau pola transaksi yang biasa, bank harus segera mengambil tindakan yang tepat. Sebagai contoh, apabila terdapat indikasi adanya aktivitas mencurigakan atau tidak wajar dalam penggunaan rekening nasabah, maka bank harus melakukan pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM) ke PPATK.

Langkah-langkah seperti ini diperlukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian terhadap risiko kerugian yang lebih besar baik bagi bank maupun masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, Dian menekankan pentingnya peran bank dalam identifikasi serta pencegahan terhadap kejahatan perbankan, terutama dalam hal melindungi sektor keuangan dari risiko kriminalitas dan untuk menciptakan sektor keuangan Indonesia yang lebih teratur, terpercaya, dan berkelanjutan.

“Dalam situasi tertentu, Bank dapat melakukan penghentian sementara transaksi dan pemblokiran rekening apabila terdapat perintah dari Aparat Penegak Hukum, maupun lembaga/kementerian atau Otoritas terkait termasuk OJK," kata Dian.

OJK akan menjalin sinergi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberantas judi online dan tindak pidana di sektor perbankan di Indonesia. Tujuannya adalah melindungi masyarakat dari bahaya judi online yang merugikan secara ekonomi dan sosial.