Menjaga Kesehatan Pendengaran Anak: Deteksi Dini dan Perawatan pada Gangguan Pendengaran

Jenis gangguan pendengaran terbagi menjadi sensorineural dan konduktif dengan tingkat keparahan ringan, sedang, berat atau darurat. Tes pendengaran diperlukan untuk mendiagnosis dan perawatan bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, termasuk alat bantu dengar, pengobatan, operasi, atau implan koklea. 

Menjaga Kesehatan Pendengaran Anak: Deteksi Dini dan Perawatan pada Gangguan Pendengaran

balikpapantv.co.id-Adakalanya gangguan pendengaran terjadi pada anak-anak, tidak hanya pada lansia. Menurut Hopkins Medicine, gangguan pendengaran pada anak-anak dapat terjadi sejak lahir atau berkembang di masa kanak-kanak. Infeksi selama kehamilan seperti infeksi sitomegalovirus atau rubella bisa menjadi penyebabnya. Bayi yang dirawat di unit perawatan intensif neonatal juga lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran. Selain itu, kondisi tertentu atau sindrom juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada anak.

Namun dalam beberapa kasus, penyebab gangguan pendengaran dapat ditemukan dengan melakukan pengujian genetic. Gangguan pendengaran yang didapat juga bisa disebabkan oleh penyakit menular seperti meningitis atau infeksi telinga berulang, serta oleh trauma atau obat-obatan tertentu. Jenis gangguan pendengaran yang dialami seseorang tergantung pada penyebab dan asalnya dan bisa berupa sebagai berikut.

  1. Jenis gangguan pendengaran sensorineural merupakan jenis gangguan pendengaran permanen yang terjadi akibat kerusakan atau cacat pada koklea atau saraf pendengaran.
  2. Jenis gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika suara tidak dapat melewati telinga karena adanya penumpukan kotoran telinga, benda asing, cairan yang terjebak di belakang gendang telinga, atau bocornya gendang telinga. Dalam beberapa kasus, jenis gangguan pendengaran konduktif dapat diobati dengan pengobatan atau pembedahan.

Tingkat keparahan gangguan pendengaran dapat dikategorikan sebagai ringan, sedang, berat, atau darurat tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala yang dapat timbul akibat gangguan pendengaran adalah sebagai berikut.

  1. Berkurangnya kemampuan pendengaran, seperti ketidakmampuan mendengar suara-suara pelan atau samar.
  2. Kegagalan merespons suara atau kesulitan dalam memahami kata dan kalimat karena suara terdengar tidak jelas atau tidak teratur.
  3. Kegagalan merespons suara atau kesulitan dalam memahami kata dan kalimat karena suara terdengar tidak jelas atau tidak teratur.
  4. Kegagalan merespons suara atau kesulitan dalam memahami kata dan kalimat karena suara terdengar tidak jelas atau tidak teratur.
  5. Kegagalan merespons suara atau kesulitan dalam memahami kata dan kalimat karena suara terdengar tidak jelas atau tidak teratur.

Tes pendengaran adalah cara terbaik untuk mendiagnosis gangguan pendengaran dan menentukan tingkat keparahannya. Perawatan yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, meliputi perawatan medis, terapi pendengaran, perubahan gaya hidup, dan terapi alternatif.

1.Alat bantu dengar

2.Pengobatan

3.Operasi

4.Implan koklea

Bayi yang baru lahir perlu dites untuk gangguan pendengaran dan ketulian segera setelah lahir untuk mendeteksi jika ada masalah dan memberikan terapi yang tepat. Intervensi dalam enam bulan pertama sangat penting untuk mencegah masalah perkembangan dan sosial.