Masih Ingat Judul Sinetron “Pernikahan Dini”,Nah Kejadian Nih Puluhan Anak di Kabupaten Tabalong,Kalimantan Selatan Ajukan Pernikahan Dini,Hamidun (Hamil Duluan) Dispensasinya Bakal Diterima.

Ahmad Ra mli menyatakan bahwa dalam kasus kecelakaan dan kehamilan di luar nikah, hakim dalam persidangan tidak dapat menolak untuk memberikan dispensasi kawin.

Masih Ingat Judul Sinetron “Pernikahan Dini”,Nah Kejadian Nih Puluhan Anak di Kabupaten Tabalong,Kalimantan Selatan Ajukan Pernikahan Dini,Hamidun (Hamil Duluan) Dispensasinya Bakal Diterima.
pengajuan pernikahan dini dianggap sebagai format dispensasi kawin karena pelaku pernikahan adalah mereka yang di bawah 19 tahun.

balikpapantv.co.id- Selama tahun 2023, Pengadilan Agama (PA) Tanjung di Kabupaten Tabalong menerima pengajuan pernikahan dini dari 21 pasangan anak di bawah umur. Dari jumlah tersebut, 14 pasangan anak di bawah umur berhasil mendapatkan persetujuan untuk menikah setelah dilakukan konsultasi dan melalui meja persidangan terlebih dahulu. Menurut Panitera PA Tanjung, Ahmad Ramli yang mewakili Kepala PA Tanjung Abdullah, pengajuan pernikahan dini dianggap sebagai format dispensasi kawin karena pelaku pernikahan adalah mereka yang di bawah 19 tahun.

"Karena yang menikah di bawah 19 tahun," jelasnya, Jumat (19/1).

Ahmad Ramli, yang mewakili Kepala Pengadilan Agama Tanjung, mengungkapkan bahwa pengajuan dispensasi kawin oleh anak di bawah umur memiliki beberapa masalah, termasuk karena permintaan orang tua, kehamilan di luar nikah, atau keinginan sendiri dari anak. Untuk kasus di mana anak dipaksa oleh orang tua mereka untuk menikah, persetujuan dari majelis hakim bisa sulit didapatkan karena kesiapan psikologis anak yang dinikahkan perlu dipertimbangkan. Sementara itu, dalam kasus di mana pasangan anak memutuskan untuk menikah karena adanya kondisi keluarga yang tidak memungkinkan, persetujuan majelis hakim menjadi pertimbangan tersendiri. Contohnya adalah kasus di mana kedua orang tua sudah bercerai dan menikah kembali sehingga anak yang masih bersekolah memutuskan untuk hidup bersama pasangannya.

"Mereka tidak mau menjadi beban orang tua," ujar Ahmad Ramli.

Ahmad Ramli menyatakan bahwa dalam kasus kecelakaan dan kehamilan di luar nikah, hakim dalam persidangan tidak dapat menolak untuk memberikan dispensasi kawin. Hal ini menjadi masalah karena pernikahan dini telah menjadi perhatian dari banyak pihak yang tidak mendukung pelaksanaannya, terutama karena menyangkut kesiapan psikologis dan kesuburan sistem reproduksi anak-anak yang terlibat. Namun, jika pasangan yang mengajukan dispensasi tidak mendapatkan persetujuan, mereka bisa saja melakukan pernikahan secara tidak resmi dan tanpa pendampingan dari pihak yang berwenang.

"Ini sulitnya kami," imbuhnya.