Mantan Kadis PU Balikpapan Jadi Tersangka Korupsi DID

Dua tersangka, TA (mantan Kadis PU Kota Balikpapan) dan FI (ASN BPK RI) dinyatakan sebagai tersangka oleh Dirtipidkor Bareskrim Polri dalam kasus dugaan korupsi suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran 2018 di Pemkot Balikpapan, Kaltim.

Mantan Kadis PU Balikpapan Jadi Tersangka Korupsi DID

balikpapantv.co.id-Dirtipidkor Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka dalam dugaan kasus korupsi suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran 2018 di Pemkot Balikpapan, Kaltim. TA, mantan Kadis PU Kota Balikpapan (2016-2018) dan FI, ASN BPK RI (Kasub Auditorat Kaltim I BPK RI Perwakilan Kaltim tahun 2017-2019), dijadikan tersangka berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago.

"Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim telah menetapkan TA dan FI sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian sesuatu oleh penyelenggara negara terkait pengurusan DID," kata Erdi dalam keterangannya, Jumat (23/2/2024).

Sebelumnya, kasus dugaan suap pengurusan DID di Kota Balikpapan merupakan pelimpahan dari KPK pada 16 Agustus 2023. Pada tanggal 8 Januari 2024, status perkara dilakukan peningkatan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Erdi memaparkan kronologi kasus tersebut, dimana pada Maret 2017, RE yang menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan saat itu meminta seluruh SKPD untuk mencari cara meningkatkan anggaran DID Kota Balikpapan untuk 2018.

Setelah itu, MM meminta bantuan dari FI untuk membantu meningkatkan anggaran DID. Akhirnya, FI menemui YP yang merupakan ASN di Kemenkeu.

"Saudara YP akhirnya menghubungi RS yang juga ASN di Kemenkeu yang mengklaim bisa mencairkan dan mengarahkan agar Pemkot Balikpapan mengajukan surat usulan DID," jelas Erdi.

Pemkot Balikpapan mengajukan surat usulan DID untuk digunakan pada kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum yang saat itu Kepala Dinas adalah TA. FI kemudian memberitahu TA bahwa Kota Balikpapan akan menerima dana DID sebesar Rp 26 miliar. Namun, sebelum dapat mencairkannya, YP dan RS meminta 5 persen atau sekitar Rp 1,36 miliar sebagai imbalan untuk pengurusan DID. Mereka mengancam akan menyerahkan DID tersebut ke daerah lain apabila permintaan mereka tidak dipenuhi. Akhirnya, TA menyetujui permintaan tersebut dan memberikan uang melalui FI.

"Uang tersebut ditaruh ke dalam dua buku tabungan, yang nantinya buku tabungan dan kartu ATM beserta PIN diserahkan ke YP dan RS melalui FI," ujar dia.