Makmur Bukan Lagi Bagian Dari Golkar

Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim atas nama Makmur HAPK.

Makmur Bukan Lagi Bagian Dari Golkar
Beliau (pak Makmur) telah mengundurkan diri sebagai kader Golkar tentu kami menindaklanjuti dengan PAW karena tidak mungkin jabatannya kami biarkan kosong

balikpapantv.co.id , SAMARINDA- Polemik yang terjadi di dalam tubuh internal Golkar Kaltim hingga kini rupanya terus berjalan. Mulai dari pergantian Ketua DPRD Kaltim yang saat itu dijabat oleh Makmur HAPK dan berganti oleh Hasanuddin Masud yang notabene sebagai Kakak kandung dari Rudi Masud Ketua DPD Golkar Kaltim.

Hal ini kembali mengemuka saat Golkar Kaltim mendaftarkan para calon anggota legislatifnya di KPU Kaltim beberapa waktu lalu. Dimana Rudi Masud ketika ditanya terkait posisi Makmur HAPK di Golkar sendiri tidak menjawab dengan tegas. Bahkan Makmur HAPK ketika di konfirmasi Sapos di kediamannya di Berau menyebut telah menjadi Bacaleg dari Gerindra Kaltim.

Menjawab hal ini, Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin menegaskan sementara ini tengah memproses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim atas nama Makmur HAPK, menanggapi hal itu karena yang bersangkutan telah menyatakan diri mundur sebagai kader Golkar.

Ayub sapaan akrabnya membeberkan saat ini panggilan telah bersurat kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar termasuk Fraksi Golkar DPRD Kaltim dan Ketua DPRD Kaltim, surat serupa juga akan dilayangkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sebagai tindak lanjut untuk memproses Anggota PAW DPRD Kaltim.

“Sehingga nantinya pak Makmur bisa silaturahmi dengan anggota suara terbanyak selanjutnya,” ucapnya kepada awak media, Selasa (16/5) lalu. 

Ia menegaskan Makmur HAPK yang sementara ini menjabat sebagai Anggota Komisi III DPRD Kaltim setelah digantikan dari kursi Ketua DPRD Kaltim itu telah menyatakan diri mundur sebagai kader Golkar, surat pengunduran diri itu pihaknya terima dalam bulan Mei ini juga.

"Karena beliau (pak Makmur) telah mengundurkan diri sebagai kader Golkar tentu kami menindaklanjuti dengan PAW karena tidak mungkin jabatannya kami biarkan kosong," ungkapnya.

Menurutnya pilihan Makmur HAPK mundur sebagai kader Golkar merupakan hal yang lumrah terjadi di dunia politik apalagi jelang momen Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, sehingga keputusan menyambung diri itu tetap memberi dukungan hargai sebagai langkah politik. "Kawin cerai itu sudah biasa, kadang kalau masih cocok ya kawin, tapi kalau menurut beliau sudah tidak cocok cerai itu sudah biasa, kami tetap menghargai," tegasnya.

Ia menyatakan kabar pengadu dirinya itu juga bukan merupakan hambatan DPD Partai Golkar Kaltim dalam curhatan Pemilu 2024, ia bersama unsur partai akan terus berjuang untuk mengejar target perolehan kursi khususnya di DPRD Kaltim dari yang semula 12 kursi untuk mencapai sekiranya 16 kursi