Kredit Macet Perbankan di Kaltim Terjaga Pada Level Rendah

Berdasarkan data per Oktober 2023, penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank di wilayah Kaltim mencapai Rp87,15 triliun, mengalami peningkatan sebesar 14,95 persen secara year on year dibandingkan posisi Oktober 2022. Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tercatat sebesar Rp174,62 triliun, mengalami kenaikan sebanyak 13,13 persen secara year on year dibandingkan Oktober 2022.

Kredit Macet Perbankan di Kaltim Terjaga Pada Level Rendah
Nilai NPL gross posisi Oktober 2023, yang sebesar 2,43 persen dan jika dibandingkan dengan nasional.

balikpapantv.co.id, SAMARINDA-Made Yoga Sudharma, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, mengungkapkan bahwa risiko kredit di wilayah Kaltim berada di bawah rata-rata perbankan nasional dan profil risiko kredit juga terjaga pada level aman. Hal ini terlihat dari nilai NPL gross posisi Oktober 2023, yang sebesar 2,43 persen dan jika dibandingkan dengan nasional.

Dirinya juga menjelaskan NPL gross perbankan nasional tercatat sebesar 2,43 persen, yang berarti rasio kredit bermasalah di perbankan Kaltim berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor perbankan di Kaltim berada dalam tren positif dan kinerja perbankan di Kaltim menunjukkan pertumbuhan yang sustainable dengan menjaga kualitas risiko kreditnya.

Secara keseluruhan, total aset perbankan (termasuk bank umum konvensional dan syariah) di Kaltim menunjukkan peningkatan. Total aset perbankan di wilayah tersebut per Oktober 2023 mencapai Rp179,03 triliun, dengan kenaikan sebesar 12,92 persen secara year on year. Selain itu, total dana pihak ketiga juga tercatat meningkat 12,64 persen menjadi Rp165,87 triliun.

Berdasarkan data per Oktober 2023, penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank di wilayah Kaltim mencapai Rp87,15 triliun, mengalami peningkatan sebesar 14,95 persen secara year on year dibandingkan posisi Oktober 2022. Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tercatat sebesar Rp174,62 triliun, mengalami kenaikan sebanyak 13,13 persen secara year on year dibandingkan Oktober 2022.

Sementara itu, secara nasional, kredit dan DPK juga mengalami peningkatan dalam periode yang sama. Kredit dan DPK secara tahunan masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 8,96 persen dan 6,54 persen.

“Ini menunjukkan kredit maupun DPK Kaltim tumbuh di atas rata-rata nasional,” katanya.

Berdasarkan sektor ekonomi, perbankan yang mempunyai kantor cabang di Kaltim berhasil menyalurkan kredit terbesar untuk sektor pemilikan peralatan rumah tangga lainnya termasuk pinjaman multiguna, dan sektor perdagangan besar serta eceran. Besarnya kredit yang berhasil disalurkan masing-masing mencapai Rp 17,70 triliun dan Rp 13,20 triliun dengan kenaikan sebesar 7,86 persen year-on-year (yoy) dan 2,46 persen yoy.

Kenaikan penyaluran kredit pada sektor pemilikan rumah tangga dan perdagangan eceran terjadi seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk dan permintaan akan barang konsumsi. Selain itu, perbankan juga menyalurkan kredit terbesar untuk sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan yang mencapai Rp 35.63 triliun. Namun, terjadi penurunan sebesar -0.89 persen secara year-on-year (yoy). Sementara itu, sektor terbesar berikutnya, yaitu pertambangan dan penggalian, berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 34.56 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 10.69 persen secara yoy.

“Kami di OJK terus menyampaikan bahwa bertumbuh kinerja perbankan itu harus berkelanjutan. Jangan hanya fokus menyalurkan kredit, namun setahun dua tahun menimbulkan kredit bermasalah. Jadi, penerapan manajemen risikonya juga sudah bagus dengan terus menjaga tingkat NPL di bawah threshold 5 persen,” pungkasnya.