Kisah Pasutri Zaman Old,Bersumpah Setia Bersama Hingga Ajal Menjemput. Kisah Pasutri Zaman Now, Bersumpah Setia Bersama Hingga Polisi Menjemput. Derita Pasutri Yang Keciduk Polisi Gegara Penggelapan Motor.

Pasutri AMR dan AH tidak hanya satu kali melakukan kegiatan penggelapan motor namun sudah berkali-kali mereka lakukannya di kota Balikpapan, sehingga korban yang ditimbulkan pun tersebar di Balikpapan Utara, Balikpapan Kota sampai Balikpapan Barat.

Kisah Pasutri Zaman Old,Bersumpah Setia Bersama Hingga Ajal Menjemput.  Kisah Pasutri Zaman Now, Bersumpah Setia Bersama Hingga Polisi Menjemput.  Derita Pasutri Yang Keciduk Polisi Gegara Penggelapan Motor.
Pasutri AMR (43) dan AH (33) tersangkut kasus penggelapan kendaraan bermotor.

balikpapantv.co.id, BALIKPAPANPasangan suami istri (Pasutri) di kota Balikpapan nampaknya akan menghabiskan sumpah setianya sebagai pasutri bahagia di balik jeruji besi. Bagaimana tidak pasutri AMR (43) dan AH (33) tersangkut kasus penggelapan kendaraan bermotor.

Kapolsek Balikpapan Utara AKP Bitab Riyani menjelaskan penangkapan pasutri ini dari adanya laporan salah seorang korban. Bitab pun mengungkapkan modus yang digunakan oleh pelaku yaitu ini akan pura-pura pinjam atau membeli. Kemudian akan digunakan untuk test ride alias menjajal kendaraan, saat itulah kendaraan dibawa kabur.

Motor yang dibawa kabur pun kemudian dijual atau digadaikan dengan nilai Rp.1,5 Juta, dimana uang yang didapatkan dari hasil menjual atau menggadaikan motor tersebut, digunakan oleh pasutri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pasutri AMR dan AH tidak hanya satu kali melakukan kegiatan penggelapan motor namun sudah berkali-kali mereka lakukannya di kota Balikpapan, sehingga korban yang ditimbulkan pun tersebar di Balikpapan Utara, Balikpapan Kota sampai Balikpapan Barat.

"AMR kami tangkap saat akan melakukan transaksi penjualan motor di kawasan Somber. Untuk AH saat ini ditahan di Mapolresta Balikpapan," ujar Bitab.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di mata hukum,pasutri ini akan dijerat Pasal 378 subs Pasal 372 jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana penjara 4 tahun penjara.