Keterbatasan Produksi Air, PDAM Balikpapan Hadapi Tantangan Berat dalam Distribusi Air ke Pelanggan

PDAM Balikpapan mengalami keterbatasan produksi air karena kondisi Waduk Manggar Balikpapan yang belum memenuhi standar level 10 meter. Karena itu, para pengguna air dibatasi dengan pola 3 hari 100%, 2 hari 50%. PDAM juga menghadapi pipa air baku yang bocor dari Waduk Manggar ke pabrik pengolahannya, atau IPAM. Saat sedang melakukan perbaikan, normalisasi produksi membutuhkan waktu. 

Keterbatasan Produksi Air, PDAM Balikpapan Hadapi Tantangan Berat dalam Distribusi Air ke Pelanggan

balikpapantv.co.id- PDAM Balikpapan, atau PTMB, menjelaskan bahwa kondisi Waduk Manggar Balikpapan saat ini belum memenuhi standar level 10 meter sehingga Balai Wilayah Sungai belum mengizinkan PDAM untuk memproduksi sumber air 100% secara konstan setiap hari. Oleh karena itu, para pengguna air dibatasi dengan pola 3 hari 100%, 2 hari 50%. 

Pembagian produksi tersebut menimbulkan masalah, terutama untuk warga yang tinggal di daerah atas dan mengandalkan tangki air, karena tangki air juga memiliki keterbatasan armada dan ada jadwal antrian yang harus diikuti. Kebutuhan masyarakat terhadap air yang digunakan setiap hari harus dipenuhi, sehingga masyarakat terpaksa membeli air dari tangki swasta yang berisiko bagi mereka.

"Yang kami dengar terjadi di air tandonan swasta itu dengan bermacam harganya ada yang sampai menjual 200 ribu, dan semoga ini menjadi perhatian di pemerintah kota untuk mengingatkan kepada pengusaha tandon swasta tersebut" ucap suryo. 

Selain produksi air yang dibatasi, PDAM Balikpapan juga menghadapi tantangan dari pipa air baku yang masih bocor. Pipa air baku tersebut membawa air dari Waduk Manggar ke pabrik pengolahannya, atau IPAM. Jaraknya cukup jauh dan jika pipanya rusak, produksi air PDAM akan terhenti dan membutuhkan waktu untuk diperbaiki. Hal ini akan menambah durasi air tidak mengalir sebagaimana mestinya.

 Saat PDAM sedang melakukan perbaikan pipa, normalisasi produksi membutuhkan waktu dan hal ini tentu memengaruhi jadwal distribusi air ke pelanggan. Jadwal produksi air di saat ini 3 hari 100%, 2 hari 50% juga berdampak pada kualitas pengaliran air pelanggan di daerah atas, yang sebelumnya sudah mengalami kendala air yang mengalir tidak lancar. PDAM terpaksa memaksimalkan penggunaan tangki air untuk mensupport pengantarannya. PDAM Balikpapan berharap agar masyarakat dapat memahami situasi sulit ini dan merencanakan penggunaan air dengan bijak.

"jika ada airnya yg masih mengalir mungkin supaya bisa berbagi kepada tetangganya yang kekurangan air" ucap suryo. 

PDAM Balikpapan perlu melakukan pemeliharaan dan perawatan secara rutin untuk menjaga stabilitas pipa air baku dan mencegah kerusakan. Upaya penambahan kondisi masa produksi masih dalam proses penyelesaian. Keluhan dari pelanggan masih berlangsung karena air tidak mengalir dan saat ini terdapat lebih dari 3000 antrian permintaan air sejak krisis air dimulai pada Oktober lalu. PDAM Balikpapan akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan distribusi air untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.