Kenaikan Harga Beras di Kabupaten Kutai Timur dan Dampaknya bagi Masyarakat di Kutai Timur

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur, Andi Nur Hadi Putra mengatakan bahwa kenaikan harga beras di Kutai Timur juga terjadi secara nasional. Hal disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kenaikan harga pupuk dan pestisida, kenaikan biaya produksi, serta kelangkaan pasokan yang menyebabkan harga beras naik.

Kenaikan Harga Beras di Kabupaten Kutai Timur dan Dampaknya bagi Masyarakat di Kutai Timur
Plt Disperindag, Beras masih aman

Balikpapantv.co.id, SANGATTA – Kenaikan harga beras menjadi masalah bagi masyarakat karena berdampak pada anggaran belanja mereka. Masyarakat dari golongan ekonomi bawah terkadang harus mengorbankan beberapa kebutuhan pokok demi memenuhi kebutuhan pangan. Di Kabupaten Kutai Timur meskipun stok beras masih terbilang aman menjelang Natal dan Tahun Baru, harga yang masih tinggi menjadi masalah bagi masyarakat, terutama bagi yang berpenghasilan rendah.

Dari hasil investigasi di lapangan harga beras yang dijual di kios – kios dan pedagang di Pasar, harga beras premium bervariatif dari harga Rp. 16ribu – Rp. 18ribu per kilogram (kg).

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur, Andi Nur Hadi Putra mengatakan bahwa kenaikan harga beras di Kutai Timur juga terjadi secara nasional. Hal disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kenaikan harga pupuk dan pestisida, kenaikan biaya produksi, serta kelangkaan pasokan yang menyebabkan harga beras naik.

“Iya itu naik secara signifikan, kondisi tersebut terjadi secara nasional,” ungkap Andi pada Selasa (5/12/2023).

Dampak dari kenaikan harga beras ini tentunya berdampak bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Mereka akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya,. Masyarakat harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk membeli beras, sehingga daya beli masyarakat dari kalangan bawah dapat menurun sehingga mempengaruhi stabilitas sosial ekonomi daerah.

Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan stok beras di Kutai Timur dengan harapan harga beras dapat stabil dalam waktu dekat. Andi menjelaskan bahwa Disperindag Kutai Timur juga  aktif dalam melakukan pemantauan dan menyiapkan stok beras untuk masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.

“Di agen kami stok aman, namun harga memang belum terkendali, masih posisi tinggi,” kata Andi.

Kenaikan harga beras di Kabupaten Kutai Timur memberikan dampak yang besar bagi stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Namun, dengan upaya yang tepat dari semua pihak, diharapkan harga beras dapat kembali stabil dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kutai Timur.