Kasus Perundungan Pelajar SMP Balikpapan, Dari Tindakan Bullying ke Tindak Pidana

KD (13) dan MR (13) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur oleh Polresta Balikpapan. Kepolisian menyatakan bahwa tindakan KD dan MR tidak dapat lagi dianggap sebagai perundungan, melainkan sebagai tindak pidana

Kasus Perundungan Pelajar SMP Balikpapan, Dari Tindakan Bullying ke Tindak Pidana
Polisi telah memeriksa empat saksi termasuk yang merekam saat perundungan terjadi selain dua tersangka. Sementara itu, AA telah menjalani visum di RS Bhayangkara pada hari Minggu (1/10). (foto: Prokal)

balikpapantv.co.id, BALIKPAPAN- Walau kesepakatan damai sudah tercapai antara keluarga korban dan keluarga pelaku, Polresta Balikpapan masih mempertimbangkan untuk melakukan diversi dalam kasus perundungan atau bullying yang terekam dalam video viral beberapa hari yang lalu.

KD (13) dan MR (13) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur oleh Polresta Balikpapan. Kepolisian menyatakan bahwa tindakan KD dan MR tidak dapat lagi dianggap sebagai perundungan, melainkan sebagai tindak pidana. Kedua tersangka telah diamankan dan sekarang diminta memberikan keterangan lebih lanjut oleh Polresta Balikpapan.

Polisi telah memeriksa empat saksi termasuk yang merekam saat perundungan terjadi selain dua tersangka. Sementara itu, AA telah menjalani visum di RS Bhayangkara pada hari Minggu (1/10).

"Kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah perkara ini akan dilakukan diversi atau tidak," kata Iskandar, Kanit PPA Satreskrim Polres Balikpapan.

Jika diversi dilaksanakan, polisi akan memberikan program rehabilitasi dan pendampingan bagi korban dan pelaku, menurut Iskandar.

"Psikolog juga akan melakukan penilaian untuk memahami dampak psikologis terhadap korban, mengingat rekaman kejadian tersebut cukup sadis," kata  Iskandar.

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat di Balikpapan dikejutkan dengan penyebaran video yang menunjukkan seorang remaja menjadi korban perundungan oleh dua remaja lainnya.

Setelah diselidiki, diketahui bahwa video berdurasi 27 detik itu diambil pada Sabtu (23/9) pekan kemarin di Masjid Darussalam, RT 26, Kelurahan Muara Rapak. AA (13), seorang siswa kelas 8 di SMP swasta di Balikpapan, merupakan korban perundungan dalam video tersebut. Sedangkan pelakunya adalah KD (13) dan MR (13).

Pada hari Minggu (1/10), Kepolisian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan keluarga pelaku. Mediasi tersebut berhasil mencapai kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Seusai mediasi, Irfan Taufik, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, menyampaikan permintaan maaf atas kasus perundungan yang terjadi pada pelajar di Balikpapan ini. "Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meminta maaf, ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk mengawasi," ujarnya.

Irfan Taufik juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan petugas dari DP3AKB untuk memberikan pendampingan kepada korban perundungan. "Jika dibutuhkan, DP3AKB akan memberikan pendampingan kepada korban," tambahnya.

Terkait sanksi yang akan diberikan kepada sekolah di mana pelaku perundungan berada, Irfan mengakui bahwa tidak bisa langsung diberikan.” Nanti akan dilihat. Yang pasti, kami akan menggunakan pendekatan persuasif," jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pengawasan dan sosialisasi di seluruh sekolah di Balikpapan ke depannya. Sementara itu, Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Bitab Riyani, mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai.