Jerman Tolak Rencana Sayap Kanan Israel di Gaza Untuk Pindahkan Warga Palestina Demi Bangun Pemukiman Yahudi

Sayap kanan Israel mengusulkan ide untuk menduduki wilayah Gaza setelah perang berakhir dan memindahkan warga Palestina dari wilayah tersebut untuk membangun pemukiman Yahudi baru. Juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Jerman, Sebastian Fischer, telah menegaskan bahwa pengusiran warga Palestina dari Gaza oleh Israel tidak dapat diterima karena bertentangan dengan hukum internasional dan dapat memperburuk situasi di sana.

Jerman Tolak Rencana Sayap Kanan Israel di Gaza Untuk Pindahkan Warga Palestina Demi Bangun Pemukiman Yahudi

balikpapantv.co.id- Serangan Israel telah menghancurkan hampir semua bangunan di Gaza, yang semakin memperparah krisis di sana. Ada laporan yang menyebutkan bahwa beberapa sayap kanan Israel berencana untuk menduduki wilayah tersebut setelah perang berakhir. Namun, Jerman telah mengecam dan menolak keras rencana semacam itu. Dalam sebuah konferensi mengenai penjajahan Gaza, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Sebastian Fischer telah mengatakan bahwa pengusiran penduduk Palestina dari Gaza dan penjajahan kembali oleh Israel tidak dapat diterima.

“Kami mengecam sekeras-kerasnya keikutsertaan dan pernyataan dari unsur-unsur pemerintah Israel dalam suatu konferensi mengenai penjajahan Gaza dan menolak pernyataan-pernyataan tersebut sekeras-kerasnya,” ungkapnya dalam keterangan Kedubes Jerman, Senin (5/2).

Menurut laporan Antara pada Selasa (6/2), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Sebastian Fischer, telah menegaskan bahwa pengusiran warga Palestina dari Gaza oleh Israel untuk menciptakan keamanan bagi negaranya adalah kesalahan fatal. Fischer menyatakan bahwa ide tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan dapat memperburuk situasi di sana. Perang antara Israel-Hamas di Gaza masih berlangsung tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata, sementara itu Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, telah menegaskan bahwa warga Palestina tidak boleh diusir dari Gaza dan harus diberikan kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri.

“Tidak boleh ada pendudukan atau penjajahan kembali Gaza maupun pengurangan wilayahnya. Ini merupakan sebuah posisi yang sangat didukung luas oleh masyarakat internasional,” kata Fischer kembali.

Juru bicara tersebut juga menekankan bahwa Gaza adalah milik warga Palestina, yang merupakan prasyarat penting untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan dalam rangka menuju solusi dua negara.

“Solusi berkelanjutan atas konflik dengan melibatkan warga Palestina, yang hanya dapat diwujudkan melalui solusi dua negara, sejalan dengan kepentingan Israel sendiri,” tuturnya.

Pada Minggu (28/1) beberapa menteri Israel menghadiri konferensi sayap kanan di Yerusalem. Menurut laporan, para peserta pada acara tersebut menyerukan langkah untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza dan merencanakan pembangunan pemukiman Yahudi baru di wilayah tersebut.