Jembatan Bahandang, Antara Kesenjangan dan Kebutuhan Haul

Jembatan Bahandang baru-baru ini dibuka sementara demi keberlangsungan haul di wilayah Batola dan Banjar. Seperti yang diketahui, jembatan di atas sungai Martapura ini menghubungkan dua wilayah penting di Kalimantan Selatan. Batola merupakan salah satu wilayah penghasil beras terbesar di provinsi ini, sedangkan Banjar merupakan wilayah pusat pemerintahan dan bisnis.

Jembatan Bahandang, Antara Kesenjangan dan Kebutuhan Haul
Jembatan Bahandang menjadi simbol pentingnya pembangunan infrastruktur yang merata di Indonesia.

balikpapantv.co.id,BALIKPAPAN- Jembatan Bahandang menghubungkan dua wilayah penting di Kalimantan Selatan, Batola dan Banjar. Namun, di balik pentingnya jembatan ini, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di sekitarnya. 

Setelah hampir setahun dalam kondisi tertutup, Jembatan Bahandang baru-baru ini dibuka sementara demi keberlangsungan haul di wilayah Batola dan Banjar. Seperti yang diketahui, jembatan di atas sungai Martapura ini menghubungkan dua wilayah penting di Kalimantan Selatan. Batola merupakan salah satu wilayah penghasil beras terbesar di provinsi ini, sedangkan Banjar merupakan wilayah pusat pemerintahan dan bisnis.

Pembukaan sementara jembatan ini dilakukan atas permintaan masyarakat dan tokoh agama yang akan menggelar acara haul pada bulan ini. Meski hanya sementara, pembukaan Jembatan Bahandang ini memberi angin segar bagi masyarakat di sekitarnya yang selama ini terkendala akibat kondisi jalan yang rusak serta harus memutar jauh melalui jalan alternatif.

Di balik pentingnya jembatan ini, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di sekitarnya. Infrastruktur jalan dan jembatan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan di Indonesia, namun kenyataannya masih ada banyak wilayah yang belum terjangkau akibat tatanan pembangunan yang belum merata. Hal ini menimbulkan ketidakadilan dan kesenjangan di antara masyarakat, terutama di wilayah perdesaan.

Namun demikian, jembatan Bahandang menjadi simbol pentingnya pembangunan infrastruktur yang merata di Indonesia. Ketersediaan infrastruktur yang memadai, khususnya jalan dan jembatan, akan berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang mayoritas menjadi penghasil pangan bagi negara.

Tak hanya itu, jembatan Bahandang juga menjadi momentum penting dalam menyatukan masyarakat pada saat momen haul. Haul merupakan tradisi keagamaan yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat di Indonesia. Tradisi ini dianggap sebagai momen yang dapat menghubungkan manusia dengan sang pencipta serta sebagai ajang silaturahmi antara sesama. Namun, akses terhadap tempat haul seringkali menjadi kendala bagi sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perdesaan.

Pembukaan sementara Jembatan Bahandang ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengakses kegiatan haul dengan lebih mudah. Namun demikian, keberlangsungan pembangunan jembatan dan infrastruktur lainnya tetap memerlukan peran serta dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Ketenangan saat haul tidak akan terealisasi tanpa akses dan infrastruktur yang memadai.

Jembatan Bahandang sementara ini memang sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala oleh rusaknya jalan. Namun, pentingnya peran serta pembangunan jalan dan jembatan yang merata di Indonesia tetap perlu disuarakan. Karena itu, semoga pembukaan sementara Jembatan Bahandang ini dapat menjadi pembuka jalan bagi pembangunan infrastruktur yang lebih baik di masa depan.