Jaman Udah Canggih, Tapi Alasan Nggak Diupgrade, Pake Modus Sakit Ginjal, Aksi Pasutri AM dan S Berakhir Pindah Kontrakan ke Kawasan Elite Prodeo (Gratis Pula Lagi)

Penipuan dengan modus ingin membeli motor korban, kemudian melakukan test drive hingga membawa kabur motor korban

Jaman Udah Canggih, Tapi Alasan Nggak Diupgrade, Pake Modus Sakit Ginjal, Aksi Pasutri AM dan S Berakhir Pindah Kontrakan ke Kawasan Elite Prodeo (Gratis Pula Lagi)
Istri dari tersangka memiliki peran dalam menyakinkan korban untuk mau menjual motornya dan dilakukan test drive,

balikpapantv.co.id, BALIKPAPAN- Jaman sudah semakin canggih,namun pasutri berinisial AM (46) dan S (40) masih saja menggunakan modus jadul dalam menjalankan aksi kejahatannya. Alhasil  kedua pasutri pun tertangkap oleh pihak kepolisian. Keduanya ketahuan melakukan penggelapan sepeda motor milik sang tuan rumah tempat pasutri tersebut menyewa.

Disadur dari Balikpapan Post (Balpost) terungkapnya kasus ini dikatakan oleh Kapolsek Balikpapan Utara AKP Bitab Riyani, berawal dari adanya laporan sang korban A (45) yang merupakan warga di kawasan gunung pipa, Balikpapan Utara.Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam dan melakukan penyidikan yang akhirnya berhasil menciduk kedua tersangka saat berada di Perum Korpri, Balikpapan Selatan.

Dijelaskan oleh AKP Bitab Riyani saat dilakukan penyidikan ternyata tersangka menerapkan modul jaman dulu alias jadul sewaktu melakukan aksi serupa lainnya di enamTempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda, dengan modus ingin membeli motor korban, kemudian melakukan test drive hingga membawa kabur motor korban.

Istri dari tersangka memiliki peran dalam menyakinkan korban untuk mau menjual motornya dan dilakukan test drive, ketika korban lengah maka disitulah kesempatan emas pasutri membawa sepeda motor tanpa membayar kepada korban.

Sepeda motor yang berhasil dibawa kabur pun dijual melalui platform media social. "Setelah laku, hasilnya penjualan menurut keterangan tersangka dipergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari," ujar Kapolsek Balikpapan Utara AKP Bitab Riyani,Jumat (7/7).

Tersangka AM yang merupakan sang suami dari S, saat dimintai keterangan oleh kepolisian, dirinya mengaku mengalami gangguan kesehatan serius yaitu ginjal sehingga membuatnya tidak bisa melakukan pekerjaan berat.

"Dulunya saya bekerja di salah satu perusahaan batubara, namun saat saya mulai mengalami gangguan kesehatan karena penyakit ginjal. Akhirnya saya berhenti dari pekerjaan itu. Jadi mau tidak mau melakukan itu (penipuan dan penggelapan motor)," terang Am.

Atas tindakannya, pasutri itu harus pindah dari rumah sewaan berbayar ke hunian elite prodeo alias penjara sesuai dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.