Isran Ungkap Rusaknya Alam di Kaltim,Kok Bisa Pak?

Belum ada izinnya sudah ditambang oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang menyisakan kerusakan lingkungan

Isran Ungkap Rusaknya Alam di Kaltim,Kok Bisa Pak?
Para pegiat yang memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan dihadapkan pada ancaman-ancaman pengrusakan alam oleh oknum-oknum yang tanpa melalui izin atau ilegal.

balikpapantv.co.id, SAMARINDA-Bukan menjadi rahasia umum, alam di Bumi Etam semakin hari semakin rusak akibat penambangan dan penebangan hutan yang masif terjadi. Bahkan, susahnya mengurus izin menjadi alasan para penambang ilegal bertindak cepat, anehnya pemerintah daerah tak bisa menindak dengan alasan kewenangan. 

Menyadari hal itu, Gubernur Kaltim, Isran Noor pada saat menyerahkan  secara simbolis penghargaan Program Penilaian Kinerja Perusahaan (Proper) dalam pengelolaan lingkungan hidup, menerangkan bagaimana alam Kaltim kini. 


Isran pun menyebut bahwa Kalimantan Timur merupakan daerah penghasil devisa negara karena memiliki produktivitas yang sangat tinggi. Dengan jumlah penduduk 3,7 juta jiwa Kaltim menghasilkan devisa negara sebesar USD32 billion atau bila dirupiahkan setara Rp 500 triliun.

"Tapi dengan kontribusi yang besar kepada negara, ada oknum-oknum yang melakukan pengrusakan lingkungan dengan menambang tanpa izin," tegasnya pada saat memberikan proper kepada perusahaan Jumat (16/6) lalu. 

Apalagi lanjutnya, sejak perizinan ditarik ke pusat, tak ada lagi kewenangan bagi pemerintah provinsi ataupun kabupaten dan kota untuk melakukan pengawasan.

"Bahkan belum ada izinnya sudah ditambang oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang menyisakan kerusakan lingkungan," bebernya. 

Dihadapkan dengan kenyataan itu, lanjutnya, para pegiat yang memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan dihadapkan pada ancaman-ancaman pengrusakan alam oleh oknum-oknum yang tanpa melalui izin atau ilegal.

Isran pun  mengajak agar setiap masyarakat termasuk perusahaan di Kaltim dapat menggerakkan dan meningkatkan partisipasi dalam upaya menyelamatkan bumi. Selain jangan membuang sampah sembarang, ayo mulai mendaur ulang sampah.

"Mari kita galakkan lagi penghijauan dan reboisasi untuk menjaga hutan tetap lestari. Gerakan penanaman melalui Kaltim Green perlu dihidupkan lagi ke seluruh masyarakat luas," tutupnya.