Ibu Kota Baru Pindah di Kaltim, Eh Malah Pejabat Pemprov Kaltim Rapim ke Ibu Kota Lama

Sebuah video singkat dengan durasi 1:09 yang menampilkan suasana rapat evaluasi realisasi APBD Kaltim tahun 2023 diunggah di akun Instagram resmi @pemprov_kaltim. Video ini kemudian mengundang kritikan dari warganet di media sosial, yang sebagian besar menanyakan urgensi acara ini digelar di Jakarta saat pesertanya adalah pejabat Kaltim.

Ibu Kota Baru Pindah di Kaltim, Eh Malah Pejabat Pemprov Kaltim Rapim ke Ibu Kota Lama
Sebuah video singkat dengan durasi 1:09 yang menampilkan suasana rapat evaluasi realisasi APBD Kaltim tahun 2023 diunggah di akun Instagram resmi @pemprov_kaltim. Video ini kemudian mengundang kritikan dari warganet di media sosial, yang sebagian besar menanyakan urgensi acara ini digelar di Jakarta saat pesertanya adalah pejabat Kaltim.

balikpapantv.co.id, SAMARINDA-Pemprov Kaltim terpantau menggelarmenggelar rapat pimpinan (Rapim) di Jakarta pada 19 hingga 20 Juni lalu. Diketahui bahwa Rapim ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan untuk membahas berbagai isu strategis terkait pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

Tapi ada yang mencolok dari Rapim kali ini, dimana semua kepala dinas dan biro diboyong ke Jakarta untuk menggelar agenda tersebut bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. Padahal, pusat pemerintahan berada di Benua Etam, namun rapat justru digelar di markas Si Entong. 

Dibalik kegiatan itu, ternyata juga membuay netizen menyinyir, lantaran masih banyak wadah dan daerah di Kaltim. Yang dirasa pantas dan layak untuk menjadi wadah rapat besar itu. 

Diketahui agenda Rapim ini, merupakan rapat evaluasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tahun 2023 di Jakarta pada Senin (19/6/2023). Rapat tersebut diadakan di HARRIS Vertu Hotel Harmoni Jakarta.

Gubernur Kaltim, Isran Noor, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, dan Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, hadir dalam rapat tersebut. Turut hadir juga sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltim.

Sebuah video singkat dengan durasi 1:09 yang menampilkan suasana rapat evaluasi realisasi APBD Kaltim tahun 2023 diunggah di akun Instagram resmi @pemprov_kaltim. Video ini kemudian mengundang kritikan dari warganet di media sosial, yang sebagian besar menanyakan urgensi acara ini digelar di Jakarta saat pesertanya adalah pejabat Kaltim.

Tak lama berselang, video berformat reels itu kini sudah menghilang dari akun instagram Pemprov Kaltim sekitar pukul 20:23 Wita. Belum ada keterangan resmi dari Adpim Pemprov Kaltim terkait penyebab atau alasan hilangnya video tersebut.

Adapun cuplikan netizen untuk video itu diantaranya, 

"Subhanaallah, mengapa evaluasi realisasi APBD Kaltim tahun 2023 dilakukan di Jakarta dan di hotel lagi? Mengapa tidak dilakukan di gedung milik pemerintah provinsi Kaltim yang ada di Kaltim?" ujar salah satu komentar yang dikirim oleh pengguna @ianm***an64.

Pengguna Instagram lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Pengguna @re**oal berkomentar, "Mengapa selalu rapat di Jakarta, min?" Sementara itu, pengguna @be**o.id berkomentar, "Banyaklah rapatnya, Wal. Perjalanan dinasnya harus lebih hemat lagi."

Curhat Nitizen

Bahkan ada juga komentar akun Muhammadrivanirustam yang menyebut "Habis rapat langsung ke GBK nonton Timnas VS Argentina, ". Namun komentar soal menonton Argentina ini benar adanya, dimana dari pantauan media ini ada satu Kepala OPD yang terpantau menonton ajang sepakbola bergengsi itu. Bahkan kepala dinas ini mengunggah foto dirinya ketika di GBK di laman facebook miliknya. 

Ungkapan-ungkapan inipun mengundang respon netizen lainnya. Yang meminta agar anggaran milik rakyat Kaltim itu digunakan sebijak mungkin oleh pemerintah. 

Menanggapi hal inj, Sekprov Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan bahwa Rapim di Jakarta merupakan hal yang sifatnya insidental, bukan permanen. Ia menegaskan bahwa Rapim biasanya tetap dilakukan di Kaltim, kecuali ada pertimbangan tertentu.

"Itu adalah hal yang kita lakukan setiap bulan, kemarin kita gabung dua bulan. Selama ini memang kita lakukan di Kaltim, tapi pada intinya Rapim ini kan membahas isinya dibanding tempatnya. Kita tidak memilih Rapim setiap saat di Jakarta. Tapi pada saat kemarin itu yang mungkin itu dilakukan (di Jakarta), karena memang ada beberapa kegiatan yang dilakukan dengan Kementerian untuk koordinasi. Jadi pertimbangannya lebih mudah waktu koordinasinya," ujarnya pada awak media, Selasa (20/6) kemarin. 

Sri menjelaskan bahwa Rapim di Jakarta juga dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi dan sinkronisasi antara Pemprov Kaltim dengan pemerintah pusat. Ia menambahkan bahwa Rapim merupakan forum penting yang harus dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I dan II di lingkungan Pemprov Kaltim.

"Karena Rapim itu harus dihadiri semua, jadi Gubernur, Wakil Gubernur, Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas tidak boleh ada yang tidak hadir," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Biro (Karo) Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kaltim, Syarifah Alawiyah atau Yuyun mengungkapkan, beberapa pimpinan memang banyak yang kebetulan harus berkoordinasi di Jakarta dengan beberapa kementerian. Walhasil, rapat disepakati agar diselenggarakan di Jakarta. 

Ketika ditanya apakah rapat realisasi APBD Kaltim 2023 itu juga ada melibatkan beberapa kementerian, Yuyun juga mengiyakan hal tersebut. 

"Beberapa pimpinan memang banyak yang kebetulan harus koordinasi di pusat, di kementerian. Maka disepakati diselenggarakan di Jakarta," tutupnya.