Hamas Tegaskan Peran dalam Memperjuangkan Keamanan Warga Palestina Pasca Pembunuhan Tentara AS

Pemimpin Hamas Palestina, Sami Abu Zuhri, mengumumkan pembunuhan tiga tentara Amerika dan memperingatkan kemungkinan perluasan konflik di Timur Tengah akibat agresi terhadap Gaza oleh Israel dan sekutunya. Abu Zuhri menegaskan peran Hamas dalam melindungi warga Palestina dan membeberkan situasi di Gaza. Ia menambahkan bahwa Hamas akan terus melawan penjajahan Israel dan sekutunya serta memperjuangkan kemerdekaannya. Terakhir, laporan dari Palestina mengonfirmasi peningkatan jumlah korban akibat agresi Zionis-Amerika.

Hamas Tegaskan Peran dalam Memperjuangkan Keamanan Warga Palestina Pasca Pembunuhan Tentara AS
Tiga tentara AS tewas dan sekitar 25 lainnya terluka dalam serangan di perbatasan Yordania dan Suriah pada 28 Januari

balikpapantv.co.id- Sami Abu Zuhri, seorang pemimpin Hamas di Palestina, mengumumkan pembunuhan tiga tentara Amerika pada 28 Januari dan menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah pesan khusus bagi pemerintah Amerika. Dia juga memperingatkan akan kemungkinan perluasannya area konflik di Timur Tengah akibat agresi terhadap Gaza oleh Israel dan sekutunya, termasuk Amerika. Pernyataannya memperingatkan bahwa kelanjutan agresi dapat memperburuk situasi di wilayah tersebut.

Abu Zuhri, seorang pemimpin Hamas, menegaskan peran bangsanya dalam melindungi warga Palestina dan menyebut situasi di Gaza saat ini sebagai aib bagi dunia internasional. Dia juga memberikan kesaksian tentang situasi di Gaza, di mana hanya lima truk komersial yang masuk ke Jalur Gaza dan tidak ada truk bantuan yang masuk pada hari itu. Abu Zuhri menambahkan bahwa Hamas akan terus melawan penjajahan Israel dan sekutunya serta melindungi rakyat sipil Palestina dari serangan mereka.

Abu Zuhri, pemimpin Hamas, menekankan bahwa penjajahan Israel telah membuat Gaza berada di bawah perlindungan kelompok perlawanan. Ia juga menyatakan bahwa Hamas akan terus memimpin proyek pembebasan Palestina di Gaza dan memperjuangkan kemerdekaannya.

 "Kami tidak akan menerima penyerahan hak kami atas tanah dan kesucian kami,”tegasnya.

Tiga tentara AS tewas dan sekitar 25 lainnya terluka dalam serangan di perbatasan Yordania dan Suriah pada 28 Januari, di tengah pembantaian Israel terhadap rakyat Gaza yang terus berlanjut. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi 19 pembantaian oleh Israel terhadap keluarga di Jalur Gaza, yang menyebabkan 165 orang tewas dan 290 orang terluka dalam 24 jam terakhir. Kementerian juga mengungkapkan bahwa sejumlah korban masih tertimbun di bawah reruntuhan dan di jalan, dan pasukan Israel menghalangi ambulans dan kru pertahanan sipil untuk menjangkaunya.

Laporan ini menyatakan bahwa korban agresi Zionis-Amerika telah meningkat menjadi 26.422 martir dan 65.087 orang terluka sejak 7 Oktober 2023.