Genosida Israel Sama Dengan Genosida Nazi Jerman…Kerajaan Belgia Dukung Afrika Selatan Tuntut Kejahatan Genosida Israel di Gaza.

Afrika Selatan telah meminta Pengadilan Internasional (ICJ) untuk memerintahkan Israel agar segera menghentikan perang, yang menurut klaim mereka merupakan tindakan genosida yang dimaksudkan untuk menghancurkan sebagian besar warga Palestina di Gaza. Mereka mengatakan bahwa perang yang dilakukan oleh Israel di Gaza melanggar Konvensi 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida yang dibuat setelah Perang Dunia II, di mana lebih dari enam juta orang Yahudi di Eropa dianggap telah dibunuh oleh rezim Nazi Adolph Hitler di Jerman.

Genosida Israel Sama Dengan Genosida Nazi Jerman…Kerajaan Belgia Dukung Afrika Selatan Tuntut Kejahatan Genosida Israel di Gaza.
Pada tanggal 15 Januari 2024, jumlah korban tewas di Gaza akibat perang antara Israel dan Hamas telah mencapai 24.000 orang, lebih dari 100 hari setelah perang dimulai.

balikpapantv.co.id- Menteri Pembangunan Belgia, Caroline Gennez, telah menjanjikan dukungan negaranya terhadap kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional dalam rangka menghentikan agresi Israel di Gaza. Dilaporkan oleh Anadolu Agency pada hari Senin (22/1), Caroline Gennez telah menuliskan pesan.  "Jika Mahkamah Internasional menyerukan Israel untuk menghentikan kampanye militernya di Gaza, negara kami akan sepenuhnya mendukungnya," ujar Caroline.

Sebelumnya, Caroline Gennez juga telah memohon dukungan Belgia kepada Uni Eropa dan dunia internasional untuk memberlakukan gencatan senjata permanen, memberikan akses kemanusiaan penuh, membebaskan sandera tanpa syarat, mematuhi hukum internasional, serta mendorong solusi dua negara sebagai solusi struktural untuk menyelesaikan konflik ini. Dia menekankan bahwa posisi Belgia dalam hal ini adalah langkah yang tepat dan positif.

"Negara kami mengambil tanggung jawabnya, atas hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan. Sementara itu saya tetap berkomitmen di semua tingkatan untuk mewujudkan akses kemanusiaan penuh ke Gaza sesegera mungkin," tambahnya.

Afrika Selatan telah meminta Pengadilan Internasional (ICJ) untuk memerintahkan Israel agar segera menghentikan perang, yang menurut klaim mereka merupakan tindakan genosida yang dimaksudkan untuk menghancurkan sebagian besar warga Palestina di Gaza. Mereka mengatakan bahwa perang yang dilakukan oleh Israel di Gaza melanggar Konvensi 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida yang dibuat setelah Perang Dunia II, di mana lebih dari enam juta orang Yahudi di Eropa dianggap telah dibunuh oleh rezim Nazi Adolph Hitler di Jerman.

Dalam laporan dari Wafa News, genosida dapat diartikan sebagai tindakan seperti pembunuhan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan secara keseluruhan atau sebagian, suatu kelompok bangsa, etnis, ras, atau agama.

Pada tanggal 15 Januari 2024, jumlah korban tewas di Gaza akibat perang antara Israel dan Hamas telah mencapai 24.000 orang, lebih dari 100 hari setelah perang dimulai.

Perang ini dimulai ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Gaza sebagai reaksi atas serangan mendadak yang dilakukan oleh Hamas di selatan Israel pada tanggal 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menyebabkan 1.200 orang tewas dan 250 personel militer serta warga sipil disandera.

Sidang atas permasalahan ini telah digelar di Pengadilan Internasional di Den Haag pada tanggal 11 dan 12 Januari, dengan Afrika Selatan menyampaikan kasusnya dan Israel membantah tuduhan tersebut.