Gelapin Motor Orang,Pelaku Jawab Berkelit,Eh Jadinya Dihajar Warga ( Tambah Lecek Tuh Muka )

AL mengakui telah menggelapkan motor milik Roy dan menjualnya seharga Rp3 juta. AL memakai uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk makan. Saat ini, AL sedang diproses hukum dan dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. 

Gelapin Motor Orang,Pelaku Jawab Berkelit,Eh Jadinya Dihajar Warga ( Tambah Lecek Tuh Muka )
AL berhasil ditangkap di Pasar Sungai Dama

balikpapantv.co.id,SAMARINDA- Pelaku yang dikenal sebagai AL (32) mengakui perbuatannya sebagai tersangka penggelepan motor. Saat dihajar warga di Pasar Sungai Dama, Samarinda, pelaku berusaha mengelak, namun akhirnya mengakui kesalahannya. Dia yang sedang diproses hukum di Polsek Samarinda Ulu, telah menggelapkan motor milik temannya, Roy (43), dan menjualnya seharga Rp 3 juta kepada seseorang yang tidak dikenalnya.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, melalui Kapolsek Samarinda Ulu, AKP M Yasir, mengungkapkan pengakuan AL baru-baru ini. Saat diperiksa, AL mengaku telah menjual motor tersebut melalui media sosial setelah dibeli oleh seseorang yang tidak dikenal di Jembatan Achmad Amins (eks Mahkota II). "Dijual seharga Rp 3 juta. Dan hasilnya dibelikan selembar baju serta celana pendek," kata Yasir. 

AL, yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal tetap, mengakui bahwa ia menggunakan uang hasil penjualan motor Roy untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk makan. Ini diungkapkan oleh AKP M Yasir melalui pengakuan tersangka tersebut. Roy melaporkan bahwa motornya, Honda Scoopy warna merah hitam dengan nomor polisi KT 2435 BDM, dicuri oleh AL pada Selasa (23/1) di Jalan Batu Bara, Kelurahan Sidodadi.

"Ketika itu tersangka meminjam dengan alasan hendak membeli rokok, tetapi ditunggi hingga sore tidak juga kembali. Dan korban sempat menghubungi ponselnya, tetapi tidak aktif," terang Yasir.

Roy berusaha mencari AL dengan menyebarkan informasi ke sejumlah temannya. Akhirnya, AL berhasil ditangkap di Pasar Sungai Dama berkat upaya Roy tersebut.

"Tersangka yang sudah mengakui perbuatannya kami kenakan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Sementara ini hasil pengembangan penyidikan masih satu TKP, namun masih terus kami kembangkan," tandasnya.