Gas Melon Tembus Rp 35 Ribu di Samarinda

Di Samarinda harga yang seharusnya dijual Rp 20 ribu, kini tembus hingga Rp 35 ribu di warung

Gas Melon Tembus Rp 35 Ribu di Samarinda

Jum'at 9 Juni 2023,20:13 WITA

Gas Melon Tembus Rp 35 Ribu di Samarinda

Muhammad Rizky (Sosial/Samarinda)


balikpapantv.co.id, SAMARINDA - Kelangkaan Gas Melon 3 kg kembali melanda Ibu Kota Provinsi Kaltim, Samarinda pada Kamis (8/6) kemarin. Apalagi karena sangking kesalnya, warga pun sampai ada yang membawa melon gas ini ke kantor DPRD Kaltim. 

Hal itu dilakukan oleh warga yang dalam akun facebooknya bernama Firman Syah. Dirinya pun mengeluhkan susahnya mencari tabung gas, bahkan banyak yang menitip kedirinya, hingga bensin dimotornya habis hanya untuk mencari gas melon tersebut. 

Gas yang peruntukannya hanya untuk warga miskin ini ternyata sangat banyak digunakan masyarakat. sangking langkanya, di komentar video milik Firmansyah, netizen menyebut di Samarinda harga yang seharusnya dijual Rp 20 ribu, kini tembus hingga Rp 35 ribu di warung daeng (istilah warung klontongan di Samarinda). 

Dikonfirmasi apakah memang gas ini langka dipasaran, salah satu Pangkalan Gas Elpigi Yura Paton MC Arthur menyebutkan memang terjadi kendala terkait ketersediaan gas elpigi yang diminta. Hal ini terjadi pada pengisian gas yang dibatasi tidak dilakukan pada tanggal merah. 

Padahal menurutnya, kebutuhan gas masyarakat tidak pernah berhenti. Sehingga, seharusnya aturan dari Ditjen Migas tersebut dapat dicabut agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. 

“Jadi jatah kita karena tanggal merah itu jadi hangus, nah karena bolong sehari jadi tersendat ini. Apalagi UMKM inikan kencang pemakaiannya jadi kami tidak bisa mengimbangi, saya aja sudah kehilangan satu truk ini,” ucapnya. 

Dirinya pun meminta agar kebijakan bisa dikembalikan seperti semula. Sebab jika hari libur jatah dihilangkan akan mengurangi kebutuhan masyarakat. 

“Padahal dari Pertamina tetap saja kuotanya. Cuma kami rasa ini ada penyimpangan yang sudah diselesaikan, karena kebutuhan meningkat jadi mereka menaikan harga,” tegasnya. 

Bahkan Yura menyebut bahwa kelangkaan ini terjadi sampai di Kaltara. Bahkan dirinya menyebut warga mencari gas sampai didepan rumahnya, bukan lagi di pangkalan seperti biasa. 

Bahkan dirinya menyebut, telah ada imbauan dari agen kepada semua pangkalan sebagai kebijakan. Dimana tidak lagi melayani. Dimana setiap pangkalan lebih mengutamakan penjualan rumah tangga, dan tidak melayani pembelian hotel, resto dan cafe. 

Sementara itu, Pertamina ketika dimintai konfirmasi terkait hal tersebut mengatakan. Bahwa untuk kuota Samarinda pada tahun 2023 sebanyak 25.838 metrik ton sudah tersalur 12.050 metrik ton pada Mei lalu. 

“Artinya secara kuota masih ada. Kalau ada kesulitan mendapat LPG warga bisa menghubunvi kontak pertamina 135 atau bisa melapor ke pemerintah daerah setempat,” ucap Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra. 

Disinggung terkair kebijakan dari Ditjen Migas, Arya pun menjawab bahwa permintaan hanya menghimbau kepada masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan gas 3 kg. 

“kalau kami tetap berkali-kali hanya bisa menghimbau agar warga yang mampu secara ekonomi tidak membeli LPG 3 kg terlepas dari aturan-aturan Ditjen Migas ataupun masalah kuota,” tegasnya. 

Sebab menurut Arya, kalau hanya berkutat di masalah kuota setiap tahun pasti akan selalu kurang. Sebab konsumsi selalu mengalami kenaikan.