Erdogan Cetak Hattrick Dalam Pilpres Turkiye

Kepada para pendukungnya yang bersorak sorai dari atas bus di distrik asalnya di Istanbul, Erdogan mengatakan "Kami akan memerintah negara selama lima tahun mendatang

Erdogan Cetak Hattrick Dalam Pilpres Turkiye
Erdogan meraih 52,14 persen suara, sedangkan Kilicdaroglu meraih 47,86 persen suara.

balikpapantv.co.id , ANKARA-Presiden Recep Tayyip Erdogan mencetak hattrick untuk jabatannya sebagai Presiden Turkiye yang digelar hari Minggu (28/5).

Ahmet Yener sebagai Kepala Dewan Pemilihan Tertinggi Turki secara resmi mengumumkan kemenangan Erdogan dalam pilpres Turkiye dengan mengalahkan rivalnya, Kemal Kilicdaroglu.

Erdogan sendiri meraih 52,14 persen suara, sedangkan Kilicdaroglu meraih 47,86 persen suara.

Kepada para pendukungnya yang bersorak sorai dari atas bus di distrik asalnya di Istanbul, Erdogan mengatakan "Kami akan memerintah negara selama lima tahun mendatang," seperti dikutip Reuters, Senin (29/5). ," katanya lagi.

Kemenangan Erdogan ini mendapat sambutan positif dari blok barat,seperti yang dikatakan Joe Biden dalam akun Twitternya "Selamat kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki atas terpilihnya kembali. Saya berharap dapat terus bekerja sama sebagai Sekutu NATO dalam masalah bilateral dan berbagi tantangan global,"tulisnya .

Hal senada juga dilakukan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam akun Twitternya "Selamat Presiden Erdogan atas terpilihnya Anda kembali. Saya berharap untuk melanjutkan kerja sama kita dan mempersiapkan KTT NATO pada bulan Juli,".

Begitu juga dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berkata: “Saya mengucapkan selamat kepada Erdogan karena telah memenangkan pemilihan. Saya berharap untuk terus membangun hubungan Uni Eropa-Turki. Sangat penting secara strategis bagi Uni Eropa dan Turki untuk bekerja memajukan hubungan ini, demi kepentingan rakyat kami.”

Erdogan sendiri berasal dari AK Parti atau Partai Keadilan dan Pembangunan yang berhaluan Islam Moderat,sedangkan rivalnya,Kilicdaroglu dari Partai Rakyat Republik berideologi sekuler atau Kemalisme.