Empat Strategi Menteri Kesehatan Indonesia untuk Menghadapi Potensi Pandemi Berikutnya.

Menurut data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 pada tanggal 19 Maret 2023, selama tiga tahun pandemi, akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.741.354 dengan angka kesembuhan 6.576.542 per hari sebelumnya. Sementara itu, untuk jumlah kasus kematian terakumulasi mencapai 160.971. Mengenai cakupan vaksinasi Covid-19, sudah mencapai 203,8 juta orang yang telah mendapatkan suntikan pertama dari target 234,6 juta orang. Adapun vaksinasi dosis kedua telah dilakukan sebanyak 174,8 juta orang, dan untuk dosis ketiga telah diberikan sebanyak 65,5 juta orang.

Empat Strategi Menteri Kesehatan Indonesia untuk Menghadapi Potensi Pandemi Berikutnya.
Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin

balikpapantv.co.id- Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya kesiapan negara menghadapi potensi pandemi baru seperti Covid-19. Dalam sebuah diskusi di Media Center Indonesia Maju pada Sabtu (16/12), Budi menyatakan bahwa ia telah menyiapkan empat strategi untuk mengatasi potensi pandemi tersebut.

Menurut Budi, manusia menghadapi tiga jenis perang yakni perang dengan alam, perang sesama manusia, dan perang melawan patogen atau pandemi. Diantara ketiganya, perang melawan patogen mencatatkan kematian paling banyak di dunia. Ia mengambil contoh pandemi Black Death atau Maut Hitam yang melanda Eropa, Asia, dan Afrika Utara pada tahun 1347-1353 yang mengakibatkan kematian sekitar 200 juta jiwa.

Budi Gunadi Sadikin, mantan Wakil Menteri BUMN yang sekarang menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia, memiliki empat strategi dalam menyiapkan perang melawan pandemi. Strategi pertama yang ia sebutkan adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten.

"Kita perlu siapkan orangnya. Tenaga cadangan kesehatan, sama seperti militer. Kita bikin juga cadangan kesehatan secara digital. Jadi kita catat secara digital orang-orang kita yang punya pengalaman menghadapi bencana tuh gimana dan siapa. Dan itu bisa dipanggil at any time," kata Budi.

Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, telah menyiapkan empat strategi untuk menghadapi potensi pandemi selanjutnya. Strategi kedua melawan pandemi adalah dengan mempersiapkan senjata terbaik, termasuk melengkapi alat-alat kesehatan yang diperlukan.

Budi memberikan analogi, bahwa jika pertahanan membutuhkan senjata untuk melawan musuh, maka kesehatan membutuhkan suntikan. Sehingga, persiapan alat suntik seperti R&D (Research and Development) harus dijalankan.

Strategi selanjutnya adalah dengan meningkatkan pengawasan, seperti menyiapkan PCR lab di 416 Kabupaten dan 98 Kota di seluruh Indonesia. Sedangkan strategi terakhir adalah dengan menyiapkan amunisi senjata pamungkas seperti teknologi DNA rekombinan dan teknologi lainnya.

"Lab itu intel kesehatan untuk melihat virusnya datang dari mana. Kita juga perlu ada Laboratory Genomic Sequencing. Jadi kalau kita sudah tahu musuh-musuh kita yang buat ratusan juta orang mati dari hewan, kita sudah siapkan strateginya Integrated One Health," kata Budi.

Seiring dengan berjalannya waktu, pandemi Covid-19 yang pertama kali dideteksi pada 2 Maret 2020, telah menyebar ke 34 provinsi di Indonesia pada 9 April 2020, dengan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah sebagai provinsi paling terdampak. Untuk mengatasi pandemi, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dari sektor PPKM, memberikan insentif bagi masyarakat dan pelaku usaha serta melakukan vaksinasi agar pandemi teratasi dan perekonomian terjaga.

Menurut data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 pada tanggal 19 Maret 2023, selama tiga tahun pandemi, akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.741.354 dengan angka kesembuhan 6.576.542 per hari sebelumnya. Sementara itu, untuk jumlah kasus kematian terakumulasi mencapai 160.971. Mengenai cakupan vaksinasi Covid-19, sudah mencapai 203,8 juta orang yang telah mendapatkan suntikan pertama dari target 234,6 juta orang. Adapun vaksinasi dosis kedua telah dilakukan sebanyak 174,8 juta orang, dan untuk dosis ketiga telah diberikan sebanyak 65,5 juta orang.