Duyung Ternyata Ada di Perairan Kutim, Ini Kata Pakar

Sering orang salah persepsi terhadap satwa langka tersebut sehingga disebut dengan ikan, padahal duyung adalah termasuk mamalia yang menyusui anaknya dan bernafas di udara.

Duyung Ternyata Ada di Perairan Kutim, Ini Kata Pakar
Jasad atau bangkai mamalia Dugong Dugon di pantai Jepu-jepu, Kec. Kaliorang, Kab.Kutim, Prov. Kaltim, Foto by Ali B. Musa

balikpapantv.co.id , BALIKPAPAN - Sempat viral penemuan spesies bangkai dugong dugon atau lebih dikenal duyung di pesisir pantai Jepu-Jepu, Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada Sabtu (03/06/2023) oleh Ali B.Musa, salah seorang warga di pantai Jepu-jepu.
Ada anggapan sebagian besar masyarakat bahwa duyung atau dugong tidak sampai ke perairan Kutim namun ternyata mamalia laut langka ini ada di perairan Kutim meskipun ditemukan oleh warga sudah berupa bangkai. “Jadi catatan pertama tentang perlintasan mamalia duyung di wilayah itu, yang kami tahu hanya di perairan teluk Balikpapan,” ungkap Sekar Mira, peneliti mamalia laut Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (Pro BRIN) saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Selasa ( 13/06).
Sekar Mira (42) menjelaskan bahwa sering orang salah persepsi terhadap satwa langka tersebut sehingga disebut dengan ikan, padahal duyung menurutnya termasuk mamalia yang menyusui anaknya dan bernapas di udara.
Ditambahkan oleh Sekar, mamalia mamalia merupakan makhluk yang toleran terhadap lingkungan yang ramai terhadap aktivitas manusia, hal tersebut yang menjadikan makhluk yang disebut sebagai “nona laut” rentan pada kepunahan.
Sekar menjelaskan jika warga atau masyarakat yang menemukan mamalia laut yang terdampar dalam keadaan hidup bisa menstabilkan posisi tubuh mamalia laut supaya lubang pernafasannya bisa berfungsi dengan baik dan mengkondisikan tubuh mamalia tersebut seperti memberikan kelembaban dengan cara mengguyurkan udara laut ke sekujur tubuhnya namun harus melindungi lubang nafasnya agar tidak kemasukan udara.
“Terkadang masyarakat memiliki niat baik untuk membantu, tetapi karena kurang paham bahwa lubang nafas tidak dapat masuk ke udara, biasanya masyarakat memberikan udara ke lubang pernafasannya, sehingga justru membahayakan laut laut yang terdampar,” katanya.
Sedangkan bagi warga yang menemukan mamalia laut yang sudah mati dan terdampar Sekar pun mengatakan untuk warga bisa melaporkan ke pihak pemerintah yang mengatur sehingga penanganan jasad mamalia yang terdampar bisa ditangani dengan baik,selain itu pun Sekar menambahkan warga bisa melakukan beberapa metode seperti menjualkan dan membakar jasad tersebut dengan tujuan untuk meminimalisir penyakit dari jasad hewan tersebut.
Di China spesies duyung sudah dinyatakan punah,karena para ilmuwan Chinese Academy of Science telah menemukan fakta mencengangkan bahwa tidak ada penampakan duyung yang diidentifikasi oleh para ilmuwan di China sejak tahun 2000.