Dukung Langkah Afsel,Negara Berpenduduk Islam Seret Israel ke ICJ

Dalam pengajuan kasus 84 halaman, Afrika Selatan menyatakan bahwa Israel melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk pembunuhan, penderitaan fisik maupun mental, serta menciptakan kondisi yang dapat menyebabkan kehancuran fisik.

Dukung Langkah Afsel,Negara Berpenduduk Islam Seret Israel ke ICJ
Pada tanggal 12 Januari, Mahkamah Internasional atau ICG akan mempertimbangkan pandangan hukum dari Afrika Selatan dan Israel terkait kasus genosida di Jalur Gaza.

balikpapantv.co.id- Afrika Selatan saat ini secara resmi melaporkan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Israel ke Mahkamah Internasional. Langkah ini didukung oleh sejumlah negara, termasuk Iran dan Indonesia, seperti yang dikutip oleh Pars Today. Dalam pengajuan kasus 84 halaman, Afrika Selatan menyatakan bahwa Israel melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk pembunuhan, penderitaan fisik maupun mental, serta menciptakan kondisi yang dapat menyebabkan kehancuran fisik. Namun, berbeda dengan pendapat Afrika Selatan, pemerintah Amerika Serikat tidak setuju dengan tuduhan genosida tersebut. Juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak pantas pada Kamis, 11 Januari 2024.

Pada tanggal 12 Januari, Mahkamah Internasional atau ICG akan mempertimbangkan pandangan hukum dari Afrika Selatan dan Israel terkait kasus genosida di Jalur Gaza. Hingga saat ini, banyak negara yang telah mendukung langkah Afrika Selatan, termasuk Indonesia, Malaysia, Pakistan, Yordania, Turki, Bolivia, Venezuela, Libya, serta negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Bahkan, Kementerian Luar Negeri Iran juga mendukung tindakan pemerintah Afrika Selatan. Dengan langkah ini, kelak Israel akan diseret ke hadapan Mahkamah Internasional sesuai dengan Konvensi 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Genosida. ICG, yang kadang-kadang disebut sebagai pengadilan dunia, merupakan badan hukum tertinggi PBB. Meskipun demikian, hal ini tidak memicu sikap serupa dari Joh la Tribun X yang saat ini menjabat di Indonesia.