Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Kuliner Kotaku: Pengerjaan Melewati Batas Kontrak

Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan rumah kuliner Kotaku berlanjut dengan agenda pembuktian dari JPU dan tiga saksi memberikan keterangan di hadapan Pengadilan Negeri Tipikor Samarinda pada 6 Februari. Saksi Meti Kombong mengatakan bahwa proyek ini melewati batas tahun anggaran dan Juli Rombe bertanggung jawab atas pembelian bahan material. Dalam keterangan saksi Andi, disebutkan bahwa semua anggaran telah sesuai prosedur, tetapi banyak nota kosong pada LPJ yang disodorkan oleh Juli Rombe. 

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Kuliner Kotaku: Pengerjaan Melewati Batas Kontrak

balikpapantv.co.id,SAMARINDA-Sidang dugaan korupsi pembangunan rumah kuliner Kotaku dilanjutkan dengan agenda pembuktian dari JPU. Tiga saksi hadir dalam ruang persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Samarinda pada 6 Februari. Menurut Kasi Intelijen Kejari Tarakan, ketiga saksi tersebut adalah Paijan Nur Eli, Meti Kombong, dan Andi. Paijan Nur Eli, sebagai Koordinator BKM Indah, menyatakan bahwa kontrak kerja antara PPK dan BKM Indah sudah sesuai dengan SOP.

“Dari keterangan saksi menerangkan juga bahwa yang mengerjakan proyek Kotaku ini adalah KSM Bekantan dan keduanya adalah terdakwa Agus Salim,” katanya, Minggu (11/2).

Saksi Paijan mengungkapkan bahwa BKM mentransfer uang ke KSM sebesar Rp 696 juta dan Rp 298 juta dalam dua tahap. Selain itu, Juli Rombe membawa semua LPJ yang disodorkan kepada saksi untuk ditandatangani di rumah saksi. Sementara itu, saksi Meti Kombong mengatakan bahwa proyek pembangunan rumah kuliner melewati batas tahun anggaran dan ia hanya terlibat dalam perencanaan. Juli Rombe bertanggung jawab atas pembelian bahan material yang digunakan dalam pembangunan.

Dalam keterangan saksi Andi, disebutkan bahwa semua anggaran yang telah dicairkan sudah sesuai prosedur. Namun saat pembuatan LPJ, Juli Rombe menyodorkan banyak nota kosong.

“Saksi sempat bertanya kepada terdakwa Juli Rombe mengapa banyak nota kosong, kemudian terdakwa Juli Rombe beralasan bahwa nota kosong untuk pembelanjaan di luar RAB,” imbuh Kasi Intel.

Dalam sidang selanjutnya JPU kembali akan menghadirkan saksi sebanyak 3 orang. Saksi yang akan dihadirkan berasal dari UD Langgeng, dan 2 orang pihak ketiga yang mengerjakan praktisi dan pekerjaan tangga proyek pembangunan rumah kuliner Kotaku tersebut.