DTPHP Kutim : Inseminasi Buatan sebagai Solusi Meningkatkan Populasi Sapi dan Kemandirian Peternakan di Kabupaten Kutai Timur

Kepala DTPHP Kutai Timur ini mengatakan bahwa dengan dana sekitar Rp 1 miliar yang telah digelontorkan untuk pembinaan dan pengadaan peralatan inseminasi buatan dan tercapainya panen pedet  sangat menjanjikan. Kalkulasi harga melahirkan per pedet hanya memerlukan biaya sekitar Rp 240 ribu, yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga beli sapi bibit dari luar.

DTPHP Kutim : Inseminasi Buatan sebagai Solusi Meningkatkan Populasi Sapi dan Kemandirian Peternakan di Kabupaten Kutai Timur
Kepala DTPHP Kabupaten Kutai Timur saat panen pendet di kecamatan teluk pandan

Balikpapantv.co.id, TELUK PANDAN – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dyah Ratnaningrum, menyatakan bahwa program inseminasi buatan memberikan keuntungan dari segi meningkatkan populasi sapi tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Selama ini, Kutai Timur hanya bisa mendatangkan sapi bibit dari luar dengan harga yang cukup tinggi, yaitu Rp 10 juta per ekor. Dengan program inseminasi buatan, DTPHP Kutai Timur berhasil memperoleh keuntungan yang menjanjikan dan meminimalisir pengeluaran biaya yang besar.

Kepala DTPHP Kutai Timur ini mengatakan bahwa dengan dana sekitar Rp 1 miliar yang telah digelontorkan untuk pembinaan dan pengadaan peralatan inseminasi buatan dan tercapainya panen pedet  sangat menjanjikan. Kalkulasi harga melahirkan per pedet hanya memerlukan biaya sekitar Rp 240 ribu, yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga beli sapi bibit dari luar.

“Anggaran Rp 1 miliar yang kami gelontorkan untuk pembinaan dan pengadaan peralatan inseminasi buatan sehingga tercapainya panen pedet ini sangat menjanjikan. Kalkulasi harga melahirkan per pedet hanya memerlukan biaya Rp 240 ribu daripada beli sapi satu ekor bibit dengan harga Rp 10 juta,” ucap Dyah saat bersama Bupati Kutai Timur saat panen pendet di Kecamatan Teluk Pandan pada hari Selasa (05/12/2023) lalu. 

Dyah yakin bahwa ke depannya, Kutai Timur bisa menjadi salah satu daerah yang mampu menopang kebutuhan hewan ternak dan pangan di Kemudian Hari. Program inseminasi buatan ini akan terus digalakkan sehingga bisa membantu mengatasi kendala-kendala yang masih dihadapi oleh para peternak dan membantu meningkatkan populasi sapi secara efektif.

Pengembangan peternakan mandiri menjadi salah satu terobosan yang harus dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat. Dengan adanya program inseminasi buatan yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, diharapkan bisa membantu meningkatkan populasi sapi secara efektif dan membuka peluang bagi para peternak untuk mengembangkan peternakan mandiri dengan lebih baik dan mengatasi kendala-kendala yang masih dihadapi di sektor peternakan di Kutai Timur (ADV DISKOMINFOPERSTIK 116).