Dinkes Pantau Kesehatan Calon Jemaah Haji Asal Kaltim.

Pemantauan kesehatan dilakukan pada calon jemaah haji, khususnya lanjut usia (lansia), dimana ada 30 persen yang akan berangkat

Dinkes Pantau Kesehatan Calon Jemaah Haji Asal Kaltim.
Petugas pendamping haji secara keseluruhan termasuk dokter dan perawat dibekali keahlian khusus terkait psikologi lansia..

balikpapantv.co.id, SAMARINDA-Dinkes Kaltim melakukan pemantauan kesehatan calon jemaah haji yang direncanakan berangkat ke Tanah Suci, mulai 25 Mei 2023.

Monitoring ini utamanya memastikan seluruh calon jemaah haji telah menerima vaksinasi Covid-19 serta vaksin lainnya.
dr Jaya Mualimin, Kepala Dinkes Kaltim, mengatakan seluruh jemaah haji asal Kaltim, sudah menerima vaksinasi Covid-19.

“Dipastikan sudah vaksinasi. Karena jangankan haji, yang tidak haji saja kita minta semua untuk melakukan vaksinasi sampai booster kedua,” kata dr Jaya, pada awak media.

Selain vaksinasi, pemantauan kesehatan juga dilakukan pada calon jemaah haji, khususnya lanjut usia (lansia), dimana ada 30 persen yang akan berangkat.
Jemaah haji lansia, di cek apabila terdapat penyakit penyerta (komorbid), serta adanya pemeriksaan tensi darah.

Petugas pendamping haji secara keseluruhan termasuk dokter dan perawat disebut dr. Jaya juga dibekali keahlian khusus terkait psikologi lansia.
Tujuannya, supaya saat mendampingi dan menjaga para kelompok jemaah haji lansia, para petugas memiliki keterampilan yang munpuni.

Sesuai tema haji tahun ini, Berkeadilan dan Ramah Lansia, tentunya perhatian lebih akan diberikan kepada kelompok tersebut.
“Tiap kloter ada satu dokter dan perawat serta petugas haji daerah per kabupaten/kota. Haji tahun ini kita doakan berjalan sukses, dan seluruh jemaah dalam kondisi sehat. Baik saat berangkat dan kembali pulang ke tanah air,” terang dr. Jaya.

Ditambahkan juga, meski sudah memasuki usia lanjut, selama jemaah tidak memiliki keluhan kesehatan maka tetap dimungkinan untuk berangkat haji.
Kecuali, calon jemaah lansia memiliki penyakit berat seperti demensia atau penyakit lain yang tidak bisa melakukan perjalanan jauh.

“Karena lansia berapapun umurnya kalau tidak ada penyakit ya berangkat. Selama tidak ada penyakit penyerta berat,” pungkasnya.