Dari 20 Ribu yang Diskrining DKK Balikpapan,317 Warga Balikpapan Positif HIV

Dinkes Balikpapan melakukan skrining HIV pada 20 ribu orang di tahun 2023, dengan 317 orang positif terdeteksi. Angka ini menurun sebanyak 21 kasus dibandingkan dengan tahun 2022. Kecamatan Balikpapan Kota memiliki penyebaran HIV paling banyak.

Dari 20 Ribu yang Diskrining DKK Balikpapan,317 Warga Balikpapan Positif HIV
pengidap HIV di Balikpapan rata-rata masih berusia produktif antara 25 hingga 49 tahun dan mayoritas adalah laki-laki.

balikpapantv.co.id,BALIKPAPAN- Dinkes Balikpapan memeriksa 20 ribu orang untuk HIV di tahun 2023. Dewa Gede Dony Lesmana, Ketua tim kerja pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, mengumumkan bahwa 317 orang positif HIV terdeteksi dari hasil skrining. Jumlah ini menurun sebanyak 21 kasus dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencatat 338 kasus penderita. Dilansir Antara Jumat.

Data dari Dinkes Balikpapan menunjukkan bahwa penyebaran HIV paling banyak terjadi di Kecamatan Balikpapan Kota. Dewa Gede Dony Lesmana, Ketua tim kerja pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, mengatakan bahwa pengidap HIV di Balikpapan rata-rata masih berusia produktif antara 25 hingga 49 tahun dan mayoritas adalah laki-laki. Faktor penyebabnya meliputi berbagai hal seperti perilaku seksual antar sesama jenis, pekerja seks, transgender, dan lain-lain. Meskipun kasus HIV terdeteksi di Kota Balikpapan, tidak semua pasien berasal dari Kota tersebut.

"Mereka warga luar, tapi tes di sini (Balikpapan), ada yang dari Kabupaten Penajam, dan beberapa kota lainnya," ungkapnya.

Dinkes Balikpapan melakukan upaya pencegahan penyakit menular secara menyeluruh dengan harapan bisa memutus rantai penularan. Untuk itu, Dewa Gede Dony Lesmana menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan menggencarkan tes sehingga pengidap HIV positif dapat ditangani dengan menggunakan alat kontrasepsi. Kedua, Dinkes Balikpapan telah menambahkan layanan khusus HIV dari tiga menjadi 23 layanan sejak tahun 2021.

"Artinya mereka bisa berobat di Puskesmas, bisa di rumah sakit, bisa di swasta dan negeri," ujar Dony.