Cowok Ternodai Catatan SKCK nya,Gegara 2 Kali Nyolong Ketangkep Sama Pak Polisi,Pas Ditanya Kenapa Nyolong : ASL PLZ (Buat Kebutuhan Sehari-Hari).

AKP Rachmad Aribowo, Kapolsekta Sungai Pinang, menjelaskan melalui Kanit Reskrim Ipda Bambang Suheri bahwa SS yang ditangkap karena melakukan aksi pencurian tas berisi ponsel di Jalan Damanhuri, Sungai Pinang belum pernah dihukum sebelumnya.

Cowok Ternodai Catatan SKCK nya,Gegara 2 Kali Nyolong Ketangkep Sama Pak Polisi,Pas Ditanya Kenapa Nyolong : ASL PLZ (Buat Kebutuhan Sehari-Hari).
SS tinggal di Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir dan mengakui mencuri sebuah tas berisi ponsel, uang, dan kacamata pada Senin (15/1) di sebuah rumah di Perumahan Graha Mandiri, Jalan Perjuangan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, sekitar pukul 12.00 Wita.

Senin 22 balikpapantv.co.id,SAMARINDA- Setelah mencuri tas berisi ponsel milik seorang buruh bangunan di Jalan Damanhuri, Gang 3 Melati, Sungai Pinang, Samarinda pada Selasa (16/1) siang, seorang pria berusia 34 tahun berinisial SS ditangkap dan mengaku melakukan aksi pencurian di tempat lain sehari sebelumnya.

Pria ini tinggal di Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir dan mengakui mencuri sebuah tas berisi ponsel, uang, dan kacamata pada Senin (15/1) di sebuah rumah di Perumahan Graha Mandiri, Jalan Perjuangan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, sekitar pukul 12.00 Wita. Ia merasa terpaksa melakukan pencurian karena penghasilannya sebagai ojek online dan penjual barang bekas tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Hasil pencurian digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Untuk beli perabotan rumah, bayar sewa rumah, dan membayar utang sebesar Rp 1 juta," kata SS.

AKP Rachmad Aribowo, Kapolsekta Sungai Pinang, menjelaskan melalui Kanit Reskrim Ipda Bambang Suheri bahwa SS yang ditangkap karena melakukan aksi pencurian tas berisi ponsel di Jalan Damanhuri, Sungai Pinang belum pernah dihukum sebelumnya.

Penangkapan SS berawal dari viralnya informasi di media sosial terkait aksi pencurian yang dilakukannya. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap SS kurang dari 24 jam kemudian di sekitar pemakaman Tiong Hoa, Jalan Merdeka, Sungai Pinang, beserta dengan barang bukti berupa ponsel yang dia curi dari buruh bangunan.

"Dari interogasi, rupanya pelaku melakukan pencurian sehari sebelumnya di waktu, lokasi, dan korban yang berbeda," kata Bambang.

Setelah menyelesaikan penyelidikan, diketahui bahwa dari kedua kasus yang dilakukan SS, jumlah kerugian korban di lokasi pertama mencapai Rp 8 juta dan di lokasi kedua korban menderita kerugian Rp 1,5 juta sehingga total kerugian kedua korban mencapai Rp 9,5 juta.

Bambang Suheri mengungkapkan bahwa SS akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan yang memiliki ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara atas tindakannya mencuri di kedua lokasi tersebut.