Ceceran Batu Bara+Laut Balikpapan+Muara Siran = Pencemaran Lingkungan Langgar Aturan Perusahaan Batu Bara Bisa di Tindak Tegas

Wilayah Ship to Ship atau operasi dimana muatan cair atau gas yang dipindahkan antara kapal-kapal yang ditambatkan satu sama lain sudah tidak ada lagi di perairan Manggar Balikpapan. 

Ceceran Batu Bara+Laut Balikpapan+Muara Siran = Pencemaran Lingkungan  Langgar Aturan Perusahaan Batu Bara Bisa di Tindak Tegas
Kami siap menampung jika ada RDP (Rapat dengar pendapat) dengan dewan lewat KNPI Balikpapan dan nelayan

alikpapantv.co.id, SAMARINDA- Berdasarkan aturan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil di Kalimantan Timur. Tertuang bahwa wilayah Ship to Ship atau operasi dimana muatan cair atau gas yang dipindahkan antara kapal-kapal yang ditambatkan satu sama lain sudah tidak ada lagi di perairan Manggar Balikpapan. 

Aturan inipun nampaknya tetap dilanggar oleh salah satu perusahaan batu bara yang di duga adalah PT Bayan Resources Tbk yang melalukan aktifitas STS mereka ditengah laut Balikpapan. Akibatnya, Nelayan sekitar Manggar pun resah dan membuktikan langsung dampak lingkungan yang ditimbulkan, yaitu hilangnya mata pencaharian mereka, dimana sebelumnya nelayan menjala ikan, kini yang sangkut hanya batubara hitam. Bahkan hal ini terus terjadi dan meluas hingga saat ini. 

Disinggung terkait aktifitas ini, Anggota Komisi I DPRD Kaltim, M Udin mengatakan berkaitan dengan aturan yang dilanggar, harus ditegakan. Kalaupun dengan tumpahan batubara ini akan menjadi dampak lingkungan yang buruk. 

"Ini yang perlu kita dudukan sama-sama. Kalau ada batu bara yang diambil nelayan disana bagaimama ini dampak lingkungan. Jangan dikesampingkan masalah ini, apalagi sudah ada aturannya," tegasnya. 

Dirinya juga menanyakan izin apa yang dipakai Bayan terkait aktifitas STS mereka disana. Dimana hal ini harus dibuka. " Kami siap menampung jika ada RDP dengan dewan lewat KNPI Balikpapan dan nelayan disana, " ungkapnya. 

Bahkan Udin membeberkan, STS lainnya yang tak berizin di Muara Siran yang juga milik PT Bayan Resources Tbk, tidak ada kejelasannya. "Ini kan mereka mencemari sungai disana ini izinnya belum jelas juga sampai sekarang, " bebernya. 

Udin menegaskan jangam sampai alam dirusak sumber pencaharian masyarakat juga dihilangkan. Ini harus ada gerak cepat, dan dewan sangat terbuka membuka laporan masyarakat. "Kami siap di komisi I. Kalau ada yang dilanggar kita siap dudukan semua agar ada solusinya, " tutupnya.