Brong…Brong…Brong…(Bising)…Pengguna Knalpot Brong di Balikpapan Mulai Ditertibkan Polisi

Penertiban dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas terkait persyaratan teknis dan laik jalan. Pelaksanaannya dipimpin oleh Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani dan dihadiri oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Rifki.

Brong…Brong…Brong…(Bising)…Pengguna Knalpot Brong di Balikpapan Mulai Ditertibkan Polisi
Pihak Satlantas melakukan pengecekan untuk semua jenis kendaraan, mulai dari mobil hingga motor

balikpapantv.co.id,BALIKPAPAN- Mewah atau Mengganggu?,itulah yang terlintas di benak Masyarakat Balikpapan yang mulai sering mendengar suara menderu knalpot brong. Tentu ini mendatangkan Upaya penertiban dari pihak Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota Balikpapan yang terus gencar melakukan operasi penertiban terhadap pengguna knalpot brong di jalan raya. Meskipun sudah terdapat beberapa aturan terkait kebisingan kendaraan bermotor, pemilik motor atau mobil yang menggunakan knalpot brong seringkali tidak mempedulikannya. 

Penertiban dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas terkait persyaratan teknis dan laik jalan. Pelaksanaannya dipimpin oleh Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani dan dihadiri oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Rifki.

"Kita bukan tiba-tiba menindak, namun sebelumnya kita dahului dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi. Dimana masyarakat termasuk juga pada anak-anak pelajar, anak-anak sekolah pada komunitas- komunitas, klub motor baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat," kata Kombes Pol didampingi Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani.

Polresta Balikpapan telah melakukan berbagai upaya. Pihak Satlantas melakukan pengecekan untuk semua jenis kendaraan, mulai dari mobil hingga motor. Kendaraan yang dianggap melanggar akan dikenakan sanksi seperti surat tilang, penahanan kendaraan, atau bahkan penghentian hak berkendara.

Penertiban pelanggaran persyaratan teknis dan laik jalan menggunakan Pasal 285 ayat 1 UU Lalu Lintas No. 2 Tahun 2009 oleh pihak kepolisian. Sanksi yang diberikan kepada pelanggar adalah kurungan maksimal satu bulan atau denda maksimal sebesar Rp 250 ribu.

"Untuk sanksi nya yaitu kurungan maksimal satu bulan dan denda maksimal 250 ribu. Demikian," ujar Rifki.

Dalam penertiban tersebut, polisi menggunakan lima unit alat pengukur ambang batas kebisingan yang didrop dari Korlantas untuk mengecek suara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Ambang batas kebisingan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 56 Tahun 2019, yang menetapkan bahwa kendaraan roda dua yang cc-nya mulai dari 80-175 cc harus mematuhi maksimal 80 desibel.

"Nah ini alatnya tadi kita gunakan juga untuk mengecek dari knalpot brong yang kita temukan dari pelanggar," tutur Rifki.

Polisi melakukan penertiban knalpot brong tidak hanya di hilir, melainkan juga di hulu, mulai dari produsen, pengrajin, sampai bengkel dan penjual knalpot brong. Kegiatan preemtif telah dilakukan beberapa hari yang lalu oleh polres jajaran dengan melibatkan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan kegiatan penertiban knalpot brong, seperti yang disampaikan oleh Kombes Rifki.