BPBD PPU H2C (Harap-Harap Cemas) Waspada Hadapi Musim Kemarau

Mulai meningkatkan kewaspadaan terutama pada lahan gambut, karena di lokasi lahan gambut akan cepat menyebar jika ada api, mengingat bagian bawah lahan gambut banyak biomassa kering

BPBD PPU H2C (Harap-Harap Cemas) Waspada Hadapi Musim Kemarau
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), prakiraan musim kemarau terjadi pada akhir Juli 2023. Dan puncak kemarau diprediksi mulai Agustus hingga September 2023

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provisi Kalimantan Timur, mulai waspada menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai bulan juli hingga september tahun ini.

“Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), prakiraan musim kemarau terjadi pada akhir Juli 2023. Dan puncak kemarau diprediksi mulai Agustus hingga September 2023.” ungkap Kepala Pelaksana BPBD PPU, Budi Santoso.

Ditemui di ruangannya kamis, Budi Santoso mengatakan intensitas hujan di benuo taka sebutan kabupaten Penajam Paser Utara saat ini mulai berkurang, dan empat kecamatan dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Di tahun 2022 terdapat 128 titik rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Diantaranya 78 titik di wilayah Kecamatan Penajam dan 50 titik lainnya tersebar di Kecamatan Waru, Babulu dan Sepaku. 

“Kami mulai meningkatkan kewaspadaan terutama pada lahan gambut, karena di lokasi lahan gambut akan cepat menyebar jika ada api, mengingat bagian bawah lahan gambut banyak biomassa kering.” katanya.

Luas lahan gambut di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 1.400 hektare, umumnya berada di kawasan pesisir, terutama di Kecamatan Penajam yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan.

Rinciannya, di Kelurahan Petung sekitar 700 hektare, Kelurahan Nenang sekitar 400 hektare, dan Desa Giripurwa sekitar 200 hektare.Sisanya tersebar di kawasan lain, seperti di Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru serta Kecamatan Babulu.

"Kami juga telah melakukan sejumlah antisipasi. Mulai dari rapat koordinasi dengan stakeholder,kemudian gelar pasukan serta membersihkan saluran air di titik rawan karhutla.” ujar Budi Santoso.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara memastikan fasilitas dan peralatan, serta personel cukup memadai untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Penanganan,tambah Budi, juga berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan dukungan dari TNI dan Polri.