Biodata A.N. Alcaff,Aktor Legendaris dan Peran Ikoniknya dalam Film Lewat Djam Malam (1954)

Film ini bercerita tentang perjuangan seorang mantan prajurit kemerdekaan yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan Belanda. A.N. Alcaff memerankan karakter Iskandar, seorang pemimpin gerilya yang berani dan idealis.

Biodata A.N. Alcaff,Aktor Legendaris dan Peran Ikoniknya dalam Film Lewat Djam Malam (1954)
Alcaff memerankan tokoh utama bernama Hasan. Namun, yang membuat namanya semakin melejit adalah film Lewat Djam Malam pada tahun 1954 yang juga disutradarai oleh Usmar Ismail.

balikpapantv.co.id- A.N. Alcaff, aktor dan sutradara yang cukup berpengaruh di zaman 1950-an, tidaklah asing bagi penggemar film Indonesia. Dilansir dari Indonesia Film Center, dia dilahirkan di Jambi dengan nama Achmad Nungcik Alcaff pada tanggal 17 Agustus 1925. Pendidikan formalnya diselesaikan di Neutrale Schakel School pada tahun 1938.

Sejak kecil, minatnya terhadap dunia akting amatlah besar. Dia mulai tampil di panggung sandiwara bersama kelompok Tjendrawasih yang didirikan oleh Kamal Chatab. Selain itu, dia juga belajar banyak dari para seniman senior seperti Rendra Karno, Dhalia, dan Astaman.

Pada tahun 1951, kesempatan pertamanya untuk bermain di film datang dengan Dosa Tak Berampun, disutradarai oleh Usmar Ismail. Film ini menceritakan seorang pemuda yang terjerumus ke dalam dunia kejahatan karena kemiskinan. A.N. Alcaff memerankan tokoh utama bernama Hasan. Namun, yang membuat namanya semakin melejit adalah film Lewat Djam Malam pada tahun 1954 yang juga disutradarai oleh Usmar Ismail.

Film ini bercerita tentang perjuangan seorang mantan prajurit kemerdekaan yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan Belanda. A.N. Alcaff memerankan karakter Iskandar, seorang pemimpin gerilya yang berani dan idealis.

Lewat Djam Malam meraih respon positif dari berbagai kalangan, baik penonton maupun kritikus. Film ini berhasil meraih penghargaan sebagai Film Terbaik. Berkat perannya dalam Lewat Djam Malam, A.N. Alcaff meraih penghargaan sebagai Aktor Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 1955. Penghargaan ini merupakan penghargaan pertama yang diberikan oleh FFI.

Melalui postingan akun X @Criterion, diketahui bahwa Lewat Djam Malam dimasukkan di dalam World Cinema Project edisi ketiga yang dirilis oleh Martin Scorsese bersama Criterion Collection.

Criterion Collection adalah label video rumahan Amerika yang terkenal di kalangan pencinta film karena keahlian mereka dalam melisensikan film-film klasik dan kontemporer yang eklektik. Selain merilis film-film dalam format Blu-ray, Criterion juga menayangkan banyak film dalam daftar mereka secara online.

Selain Lewat Djam Malam, A.N. Alcaff juga tampil dalam banyak film lainnya, seperti Embun (1952), Asmara Murni (1953), Ratna (1955), dan Sunan Kalijaga (1983). Dia juga pernah menyutradarai film Intan Perawan Kubu (1972), yang melibatkan Pemerintah Daerah Jambi. Film ini menceritakan tentang seorang gadis yang hidup di hutan dan jatuh cinta dengan seorang pangeran.

A.N. Alcaff dikenal sebagai aktor yang memiliki kemampuan akting yang luar biasa dan bisa memainkan berbagai genre film. Dia juga terkenal sebagai sesosok yang sederhana, rendah hati, ramah, sopan, humoris, dan berjiwa sosial.

A.N. Alcaff meninggal dunia pada 22 Desember 1987 di usia 62 tahun. Meski begitu, dia meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi dunia perfilman Indonesia. Dilansir dari festivalfilm.id, A.N. Alcaff juga dianugrahi penghargaan khusus oleh penonton dalam Festival Film Indonesia pada tahun 2023. Penghargaan ini merupakan bentuk penghargaan kepada aktor yang paling disukai dan dihormati oleh penonton.

Itulah sedikit ulasan tentang A.N. Alcaff, aktor legendaris yang sempat dipulihkan dalam proyek restorasi film noir oleh Martin Scorsese. Itulah biodata singkat dari A.N. Alcaff. Artikel ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bermanfaat bagi Anda.