Balikpapan Dapat 9.000 Dosis Vaksin DBD, Anak Usia 5-14 Tahun Jadi Prioritas Vaksinasi

Balikpapan Dapat 9.000 Dosis Vaksin DBD, Anak Usia 5-14 Tahun Jadi Prioritas Vaksinasi
Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty

balikpapantv.co.id- DKK Balikpapan telah memastikan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Saat ini, tercatat ada 28 kasus yang terdeteksi oleh DKK Balikpapan, namun belum ada kasus kematian yang ditemukan. Menurut Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarty, kasus DBD paling banyak ditemukan pada anak-anak dengan rentang usia 5-14 tahun.

"Kalau dibandingkan periode yang sama dengan tahun 2023 itu belum ada peningkatan," kata Andi Sri Juliarty, Rabu (24/1).

Dokter Dio mengungkapkan bahwa DKK Balikpapan mencatat peningkatan kasus DBD hingga akhir tahun 2023, namun jumlah kasus yang meningkat tersebut tidak diiringi dengan peningkatan angka kematian. Dokter Dio menyatakan bahwa pada tahun 2023, DKK Balikpapan menangani 2.195 kasus DBD, yang mana jumlah tersebut lebih tinggi dari jumlah kasus pada tahun 2022 yaitu 1.897 kasus. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa jumlah kasus kematian pada tahun 2023 mengalami penurunan dari 7 kasus menjadi 4 kasus.

Dio menyatakan bahwa Balikpapan akan menjadi kota pertama yang menerapkan program vaksinasi DBD secara gratis berdasarkan surat keputusan Gubernur Kaltim. Program vaksinasi DBD tersebut merupakan inovasi dari Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mencegah dan mengatasi kasus DBD.

Projek tersebut sebenarnya telah dimulai sejak Juli 2023. Namun, tahapannya baru diluncurkan secara resmi pada tanggal 12 November 2023 setelah melalui analisis dan evaluasi. Balikpapan dipilih sebagai pilot project dan akan menerima 9.800 dosis vaksin yang akan dibiayai oleh APBD Provinsi Kaltim. Dokter Dio menyatakan bahwa jumlah vaksin yang disediakan untuk Balikpapan masih jauh dari cukup. Oleh karena itu, program vaksinasi akan ditargetkan untuk usia rentan yang lebih mungkin terkena DBD karena keterbatasan dosis vaksin.

“Sasaran kami adalah anak usia 5-14 tahun, karena memang kasusnya dominan pada usia tersebut. Untuk pelaksanaan vaksinasi rencananya akan dilakukan di sekolah,” kata Dio.

Dio menjelaskan bahwa sebaran wilayah DBD menunjukkan bahwa wilayah Balikpapan Utara dan Tengah memiliki kasus terbanyak. Oleh karena itu, program vaksinasi akan difokuskan pada anak-anak yang bersekolah di wilayah Kecamatan Balikpapan Utara dan Tengah.