Balikpapan Berhasil Tekan Angka Kemiskinan: UMKM Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 4,94 Persen

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Kota Balikpapan yang mencapai 2,31 persen menjadikannya sebagai kota dengan persentase penduduk miskin terendah kedua di Indonesia, setelah Sawahlunto dengan angka 2,27 persen.

Balikpapan Berhasil Tekan Angka Kemiskinan: UMKM Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 4,94 Persen
Salah satu program yang akan dijalankan adalah persiapan pengembangan pelaku usaha, UMKM, serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

balikpapantv.co.id,BALIKPAPAN- Pada tahun 2023, kondisi kesejahteraan warga Kota Minyak mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari penurunan tingkat kemiskinan dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan Kota Balikpapan berhasil mencapai angka sebesar 2,31 persen, sementara tingkat kemiskinan Kaltim dan nasional masing-masing sebesar 6,11 persen dan 9,36 persen.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Kota Balikpapan yang mencapai 2,31 persen menjadikannya sebagai kota dengan persentase penduduk miskin terendah kedua di Indonesia, setelah Sawahlunto dengan angka 2,27 persen. Rahmad Mas’ud, Wali Kota Balikpapan, menyatakan bahwa tingkat kemiskinan telah turun dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni 2,45 persen pada tahun 2022 dan 2,89 persen pada tahun 2021. Rahmad menjelaskan bahwa turunnya angka kemiskinan ini disebabkan oleh bermacam-macam faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi yang makin pesat dengan penetapan Balikpapan sebagai kota penyangga atau jalur menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kemudian ada keberadaan proyek strategis nasional,” katanya. Dia berharap, adanya IKN nanti bisa semakin memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Kota Beriman. Dia menyadari, menghilangkan orang miskin sama sekali juga tidak mungkin. Namun pemerintah berusaha menekan dari sisi jumlah.

Rahmad Mas'ud mengatakan bahwa minimalisasi angka kemiskinan dapat dicapai melalui program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Rahmad, perubahan pola pikir warga saat ini menjadi hal penting. Ketika dulu orang tua seringkali berpesan untuk meraih pendidikan tinggi agar mudah mendapatkan pekerjaan, menurutnya sekarang mind-set tersebut harus berubah.

“Kita harus memberi pesan pada anak-anak untuk menuntut ilmu setinggi mungkin, agar suatu saat mereka nanti dapat menciptakan lapangan kerja," tambahnya.

Selaras dengan upaya tersebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Balikpapan juga mengalami peningkatan pada tahun ini, mencapai angka 81,66 persen. Pada tahun 2022, IPM sebesar 81,13 persen dan pada tahun 2021 mengalami peningkatan angka menjadi 80,71 persen.

Rahmad Mas’ud juga menyebutkan bahwa Balikpapan memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di antara 10 kabupaten/kota di Kaltim. Selain itu, pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Balikpapan juga tercatat lebih tinggi daripada Kaltim, dengan angka 4,94 persen untuk Balikpapan dan 4,48 persen untuk Kaltim. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2022, di mana pertumbuhan ekonomi Balikpapan mencapai 4,56 persen dan Kaltim hanya 2,55 persen.

Rahmad Mas’ud juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan akan tetap memfokuskan diri pada program prioritas sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026. Salah satu program yang akan dijalankan adalah persiapan pengembangan pelaku usaha, UMKM, serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. “Kami siapkan infrastruktur dalam pendidikan dan kesehatan untuk mendukung semua itu,” tutupnya.